Curiga Kematian Tak Wajar, Makam PMI Hong Kong Asal Kendal Dibongkar

Feature Image Curiga Kematian Tak Wajar, Makam PMI Hong Kong Asal Kendal Dibongkar
Feature Image Curiga Kematian Tak Wajar, Makam PMI Hong Kong Asal Kendal Dibongkar
Prime Banner

KENDAL – Siapa sangka, Cuti yang diambil Nur Haniyatun Maghfiroh (27) pada Februari 2020 kemarin merupakan cuti untuk selama-lamanya, setelah Muhammad Agung Pratama (25) sang suami mendapati tubuh istrinya tergantung di seutas tali di dapur rumah mereka  di kawasan Desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh Kendal Jawa Tengah pada 7 Februari 2020 silam.

Agung, sang suami sebagai orang yang pertama kali mengetahui langsung berteriak histeris meminta tolong. Teriakan Agung kemudian didengar oleh tetangga, wargapun berdatangan.

Hari itu, petugas media dan aparat Kepolisian yang datang melakukan pemeriksaan menyatakan tidak menemukan luka bekas penganiayaan di tubuh Nur, dan jenazah dimakamkan di lingkungan setempat hari itu juga.

Namun belakangan, menyusul kecurigaan keluarga, makam Nur terpaksa dibongkar lantaran beberapa kejanggalan dilaporkan ke Polisi.

Mengutip pemberitaan Afederasi.com, pembongkaran makam akhirnya dilakukandilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Forensik Polda Jawa Tengah, Polres Kendal, Polsek Gemuh, dan disaksikan keluarga korban. Meski ditutup dengan kain. Warga tetap antusian ingin melihat dari jarak dekat.

Pembongkaran makan tersebut atas permintaan keluarga karena kematian yang dilaporkan gantung diri di kamar mandi pada Februari (07/02/2020) lalu diduga penuh dengan keganjilan. Indikasinya, keluarga korban tidak menemukan tanda-tanda bunuh diri dengan cara gantung diri. Biasanya orang yang gantung diri itu memiliki ciri-ciri, diantaranya tidak ditemukan bekas jeratan di leher, lidah tak menjulur ke luar, mata tak menyamping, juga tidak ditemukan cairan yang keluar baik dari alat kelamin dan dubur.

“Saya waktu memandikan tidak menemukan tanda-tanda orang gantung diri,”kata Abdul Somad, ayah korban yang ikut memandikan.

KBO Reskrim Polres Kendal, Iptu Tohari mengatakan polres mendampingi tim Forensik Polda Jateng untik melakukan sejumlah pemeriksaan  baik luar maupun dalam jenazah.  Sejumlah pemeriksaan outopsi secara prosedural sudah dilaksanakan dengan melibatkan seorang dokter spesialis dibantu belasan tenaga forensik lain.

“Ini permintaan keluarga korban karena menurut keluarga korban ada hal yang tidak wajar dan minta (jenazah) untuk dioutopsi,” kata Iptu Tohari.

Disinggung soal hasilnya, pihaknya menunggu laporan dari Forensik Polda Jateng. Kemugkinan satu minggu kedepan sudah keluar hasilnya. Selain itu, pihaknya melalui unit Reskrim Polsek Gemuh telah melakukan pemeriksaan 8 saksi yang mengetahui  keseharian korban. []

You may also like...