January 28, 2023

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dalam Sehari, Gunung Marapi Erupsi Tiga Kali

2 min read

JAKARTA – Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunungapi Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki pada radius 3 km dari kawah dan puncak gunung yang secara administratif berada di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumbar.

Rekomendasi itu disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, setelah terjadinya erupsi Gunungapi Marapi tersebut, Sabtu (07/01/2023) pagi.

Berdasarkan pengamatan secara visual dan instrumental yang dilakukan Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Jalan Prof. Hazairin No 168 Bukittinggi, aktivitas vulkanik Marapi berfluktuasi sejak Januari 2022, dan masih berada di Level II (Waspada) sejak 3 Agustus 2011.

Pada Sabtu (07/01/2023), terjadi erupsi eksplosif pukul 06:11 WIB dengan tinggi kolom abu 300 meter di atas puncak.

“Ancaman bahaya untuk saat ini berupa erupsi abu disertai lontaran material pasir yang berpotensi melanda wilayah dengan radius 3 km dari pusat erupsi Kawah Verbeek,” tulis PVMBG dalam rilisnya, Sabtu (07/01/2023).

Setelah itu, pukul 09:44 WIB, tinggi kolom letusan teramati sekitar 200 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 2.4 mm dan durasi 109 detik.

Erupsi kembali terjadi pukul 10:34 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 250 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 40 detik.

Selanjutnya, pada pukul 11:44 WIB abu letusan tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 2.2 mm dan durasi 31 detik. Erupsi tersebut diawali peningkatan Gempa Vulkanik Dalam pada 25 Desember 2022 yang terekam sebanyak 13 kali dan terjadinya inflasi pada data tiltmeter stasiun puncak.

Data kegempaan sejak 26 Desember 2022 hingga 6 Januari 2023 terekam 11 kali Gempa Hembusan, 9 kali Gempa Tornillo, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 10 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 30 kali Gempa Tektonik Lokal.

Pada aktivitas Level ll (Waspada) ini, PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat di sekitar Marapi dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas atau mendekati gunung pada radius 3 km dari kawah atau puncak.

Pasalnya kawah tersebut pusat letusan dan sumber keluarnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.

Selanjutnya, masyarakat yang ada di sekitar Marapi diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu tentang letusan Marapi.

“Harap selalu berkoordinasi dengan PVMBG dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat,” imbau PVMBG seperti dilansir laman resminya.

Sumber Jawa Pos

Advertisement
Advertisement