October 25, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Data 279 Penduduk Indonesia Diduga Diperjual-Belikan

1 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Media sosial tengah dihebohkan dengan dugaan data pribadi 279 juta penduduk Indonesia diperjualbelikan dalam sebuah forum. Dilansir dari Antara, Kamis (20/05/2021), data ini mencakup nomor KTP, gaji, nomor telepon, alamat dan email, bahkan data orang yang sudah meninggal.

Dalam forum ini disebutkan bahwa satu juta data sebagai contoh dapat diakses secara gratis. Data tersebut juga bisa diakses tanpa kata sandi khusus.

Seperti di RaidForum, forum hacker tempat jual-beli data yang bocor. Data yang dijual akun kotz tersebut mengklaim menyediakan 279 juta data penduduk Indonesia seharga 6.000 dolar AS atau Rp84 juta.

“1 juta data gratis untuk sampel. Seluruhnya ada 279 juta. 20 juta (di antaranya) tersedia bersama foto pribadi,” tulis akun tersebut.

Di dalam satu data terdapat sejumlah informasi pribadi seperti nomor induk kependudukan, tempat tanggal lahir, nomor telepon, nama lengkap, alamat, hingga alamat email.

Jual-beli data ini pun ramai diperbincangkan di laman Twitter, salah satunya oleh akun @ndagels dan @nuicemedia.

Menunggu UU Perlindungan Data Pribadi yang Sebentar Lagi

“Hayoloh kenapa enggak rame ini data 279 juta penduduk Indonesia bocor dan dijual dan bahkan data orang yang udah meninggal, kira-kira dari instansi mana?,” ujar @ndagels.

“Ini dia. Data lengkap seluruh populasi di negeri ini, termasuk gaji dan data orang yang sudah meninggal. Di mana keamanan data pribadi??,” kata @nuicemedia.

Cuitan ini pun langsung mendapat berbagai komentar dari warganet.

“Bahkan lembaga pemerintah Indonesia pun enggak punya data komplit seperti ini,” kata @tomspice.

“Datanya seluruh penduduk Indonesia? 270 juta itu ada di BPJS Kesehatan? kok bisa? bukankah belum semua penduduk ikut ya?,” ujar @bunc1s. []

Advertisement
Advertisement