January 29, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dengar Kabar Istrinya Mau Menjadi PMI, Seorang Napi di Lapas Nganjuk Lompat Pagar Cegah Keberangkatan Istri

3 min read

JAKARTA – Sebuah drama rumah tangga yang cukup membuat banyak orang berdecak kagum, meski berstatus nara pidana yang tengah menjalani hukuman, ternyata kepedulian M Hairul (33)  warga Mbaron Nganjuk layak dikagumi, meskipun juga sangat disayangkan disisi lain.

Mengutip penjelasan Karutan Kelas II B Nganjuk, Arif Budi Prasetya, berdasarkan penyelidikan Rutan Nganjuk, Hairul diduga nekat kabur karena sebuah persoalan. Persoalan tersebut adalah masalah rumah tangga.

“Istrinya mau berangkat jadi tenaga kerja Wanita (TKW) karena hubungan Hairul dan istrinya tidak harmonis,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya.

Kemungkinan, Hairul kabur karena ingin menemui istrinya. Dia ingin melarang ibu dua anak itu pergi ke luar negeri. Karena Hairul masih mencintainya.

Namun demikian, Arief menegaskan, alasan itu masih bersifat dugaan. Karena yang mengetahui alasan Hairul kabur adalah dia sendiri. Sehingga, polisi akan berusaha keras menangkap pelaku pencurian tersebut.

“Nanti kalau sudah tertangkap akan terungkap alasan sebenarnya dia kabur,” tandasnya.

Sebenarnya, Hairul hanya butuh sekitar enam bulan untuk bisa menghirup udara bebas. Hairul sudah mendekam di penjara sejak Agustus 2025. Dia mencuri sepeda motor. Pada November 2025, Hairul divonis 12 bulan atau setahun potong masa tahanan. Artinya, dia sudah menjalani hukuman sekitar enam bulan.

Sebelumnya ramai diberitakan berbagai media, Rutan Nganjuk heboh pada Kamis (23/1/2026). Moh. Hairul, salah satu warga binaan Rutan Nganjuk mekat kabur dengan memanjat pagar Rutan Nganjuk sekitar pukul 11.30 WIB. Aksi tersebut diketahui pedagang di depan Rutan Nganjuk yang bernama Dede Andriana, 31. Kemudian, Dede melapor ke petugas Rutan Nganjuk jika ada warga binaan kabur.

Setelah dicek, ternyata Moh. Hairul yang kabur. Sehingga, petugas Rutan Nganjuk melapor ke Polres Nganjuk. Mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan pengejaran. Rutan Nganjuk juga menyebar foto Hairul ke media massa untuk mempermudah penangkapannya.

Ditemukan petugas di tumpukan jerami

Akhir pelarian M Hoirul Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk berakhir kemarin (26/1/2026). Hairul ditangkap tim gabungan Polres Nganjuk dan Rutan Nganjuk sekitar pukul 06.00 WIB. 

Awalnya, petugas mendapat informasi jika Hairul berada di Dusun Ringin Kembar, Desa Jambi  Kecamatan Baron pada Minggu malam (25/1/2026). Karena itu, petugas mengintai rumah Hairul. Semalaman rumah Hairul diintai.

Akhirnya, petugas mendapat informasi dari warga jika di kandang sapi ada yang mencurigakan. Petugas Rutan Nganjuk segera mengecek. Awalnya, tidak ditemukan Hairul.Kandang kosong.  Beruntung, petugas tidak menyerah. Tumpukan jerami dibuka. Ternyata, Hairul bersembunyi di tumpukan jerami. Seketika, Hairul diringkus dan digelandang ke Rutan Nganjuk.

Sekitar pukul 06.30 WIB, Hairul tiba di Rutan Nganjuk. Namun, Hairul menolak dijebloskan ke kamar tahanan. Dia mengaku takut.

“Kami akhirnya memindah Hairul ke Lapas Porong,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya kemarin.

Kepada petugas Rutan Nganjuk, Hairul mengaku melarikan diri karena ingin bertemu istrinya. Sebab, dia cekcok. Namun, setelah keluar Rutan Nganjuk, Hairul ketakutan. Sehingga, dia tidak ke rumah istrinya. Dia justru bersembunyi di sekitar aliran sungai selama empat hari.

“Dia tidak makan selama bersembunyi di semak-semak sepanjang aliran sungai,” ujarnya.

Setelah empat hari berjalan dan bersembunyi, Hairul akhirnya tiba di rumahnya pada Senin (26/1) sekitar pukul 02.00 WIB. Karena takut tertangkap, Hairul memilih bersembunyi di kandang. Dia bersembunyi di tumpukan jerami.

Arief mengatakan, pemindahan Hairul dari Rutan Nganjuk ke Lapas Porong tersebut sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Rutan Nganjuk. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply