June 13, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Derita Melati, Guru TK yang Dikejar 24 Debt Collector Gegara Berjuang Mempertahankan Diri Agar Tetap Bisa Mengabdi

2 min read

MALANG – Setelah 13 tahun mengabdi sebagai guru TK di Malang, Melati harus menjadi sarjana. Syarat itu diwajibkan oleh pihak sekolah taman kanak-kanak tempat Melati mengajar.
Dengan menyandang gelar S-1, Melati bisa menjadi guru kelas, bukan lagi sebagai guru pendamping. Atas permintaan sekolah, Melati akhirnya mengambil jenjang S-1 di Universitas Terbuka (UT).

Saat memasuki semester 9, Melati kesulitan membayar uang semester sebesar Rp 2,5 juta. Kewajiban itu harus dibayar, jika tidak Melati gagal menyandang gelar sarjana.

“Akhirnya saya pinjam online. Karena satu aplikasi hanya bisa maksimal Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu, saya akhirnya pinjam ke 5 aplikasi,” tutur Melati ditemui di kediamannya, Senin (17/05/2021).

Pinjaman online akhirnya disetujui, tetapi Melati hanya diberi waktu membayar lunas selama 7 hari saja. Masih berjalan 5 hari, tagihan sudah dilakukan.

“Dalam waktu lima hari, sudah ditagih. Bunganya 100 persen dari pinjaman. Misal saya pinjam Rp 600 ribu ditagih bayar Rp 1,2 juta,” kata ibu dua anak ini.

Karena kebingungan membayar, Melati mencari aplikasi pinjaman online lain. Hingga kemudian terlilit utang di 24 aplikasi dengan total utang beserta bunga sebanyak Rp 36 sampai Rp 40 juta.

“Dari 24 aplikasi, lima legal dan sisanya ilegal. Atas saran teman, saya kembalikan dulu yang aplikasi legal, tapi hanya pokoknya saja,” ungkapnya.

Kerja keras Melati sampai menempuh bangku kuliah justru berakibat harus kehilangan pekerjaan. Karena sekolah mengaku malu, Melati terlilit utang dan dikejar 24 debt collector.

“Saya ini kuliah menuruti kemauan sekolah, sudah 13 tahun saya mengabdi. Tapi karena punya utang dan ditagih debt collector malah diberhentikan,” ucapnya sambil menangis.

Sebelumnya, warga Malang, Jawa Timur, Melati, diteror 24 debt collector hingga nyaris bunuh diri. Tak hanya nyaris bunuh diri, Melati juga dipecat dari tempatnya mengajar, kehilangan pekerjaan, dan kehilangan teman.

Kisah Melati ini bermula saat dia ingin meminjam Rp 2,5 juta ke pinjaman online (Pinjol) untuk biaya kuliah S1 sebagai syarat penyesuaian guru TK. Tapi karena bunga pinjaman berbunga dan sistem yang rumit, Melati diteror debt collector. Akibatnya, Melati malah dipecat dari pekerjaannya hingga nyaris bunuh diri. []
Sumber Detik Com

Advertisement
Advertisement