September 17, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dewan Konsumen Hong Kong Ingatkan Resiko Berbahaya Bagi Kesehatan Gunakan Air Fryer

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Piranti yang dinamai Air fryer ini menawarkan konsep masak yang praktis dan lebih sehat. Tapi faktanya, menurut peneliti air fryer punya risiko kesehatan yang sama seperti menggoreng dengan minyak.

Belakangan air fryer jadi alat masak andalan kaum urban. Pelaku hidup sehat pun banyak yang mengandalkan alat masak ini.

Pasalnya mereka bisa menyantap makanan yang digoreng atau gorengan, namun tanpa minyak. Air fryer mengandalkan udara panas untuk membuat makanan renyah dan garing layaknya makanan yang digoreng dalam minyak banyak.

Tak heran kalau air fryer laris diburu dimana-mana, apalagi harganya juga semakin murah. Di Indonesia bahkan ada air fryer dijual mulai dari Rp 500 ribuan.

Namun apakah penggunaan air fryer benar-benar lebih bagus untuk kesehatan? Ternyata jawabannya tidak.

Dikutip dari South China Morning Post (19/02/2021), Badan Konsumen (Consumer Council) di Hong Kong memperingatkan bahwa penggunaan air fryer tidak sepenuhnya mengeliminasi risiko kesehatan yang muncul dari teknik menggoreng biasa.

Penggunaan air fryer juga bisa memicu risiko munculnya senyawa penyebab kanker seperti halnya makanan yang digoreng dalam minyak banyak. Peneliti Hong Kong mengungkapnya setelah bereksperimen dengan 12 unit air fryer.

Mereka menggunakan air fryer dari merek-merek berbeda tersebut untuk mengolah kentang goreng beku. Hasilnya ternyata mengkhawatirkan.

Dari 12 unit air fryer yang diuji, ditemukan 6 unit air fryer mengandung senyawa kemungkinan karsinogenik bernama akrilamida dalam jumlah tinggi. Akrilamida terbentuk ketika makanan seperti kentang diproses menggunakan temperatur yang tinggi.

Ketua penelitian, Nora Tam Fung-yee meminta seluruh pencinta makanan untuk selalu berhati-hati dalam mengonsumsi makanan yang digoreng, sekalipun cara memasaknya lebih sehat dari menggoreng biasa dengan banyak minyak.

Nora berujar, “Menggoreng dengan udara adalah sejenis pemanggangan. Ini masih kurang sehat karena dapat menciptakan senyawa karsinogenik seperti akrilamida, terutama jika Anda memasak kentang goreng tipis dengan suhu tinggi atau dalam waktu lama.”

Ia juga mengingatkan agar seseorang tidak terlalu sering makan gorengan. “Perhatikan juga porsinya,” ujar Nora.

Badan Konsumen Hong Kong mengatakan risiko munculnya akrilamida bisa dikurangi dengan menyesuaikan waktu dan temperatur memasak memakai air fryer.

Temuan penelitian ini tampaknya bertentangan dengan studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal Food of Science. Kentang goreng yang dimasak dengan air fryer saat itu disebut memiliki akrilamida yang lebih sedikit.

Tak heran kalau setelahnya muncul perdebatan antara produsen air fryer dengan pengawas kesehatan di Hong Kong. Produsen air fryer lantas merekomendasikan pengguna untuk menurunkan temperatur dan mempersingkat waktu memasak.

“Kami hanya ingin mengingatkan konsumen bahwa penting saat Anda menggunakan air fryer, Anda tahu bahwa mungkin tetap ada beberapa bahaya kesehatan,” pungkas Nora. []

Advertisement
Advertisement