September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Di Hong Kong yang Tidak Mau Divaksin, Akan Mendapat Sangsi

2 min read
Foto HKFP

Foto HKFP

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Berbagai upaya dilakukan banyak negara ditengah situasi pandemi terkait dengan vaksinasi. Banyak negara yang masih harus berjuang mendapatkan vaksin untuk rakyatnya, namun banyak pula negara yang telah mendapatkan vaksin dalam jumlah cukup, akan tetapi rakyatnya enggan divaksin karena berbagai alasan.

Hong Kong salah satu negara yang telah mendapatkan cukup suplai vaksin covid-19 sejak beberapa waktu yang lalu, namun baru sedikit dosis vaksin yang telah disuntikkan akibat banyaknya warga yang enggan mendapat vaksinasi corona.

Fakta berjatuhannya korban sakit  hingga meninggal dunia menjadi pemicu, bertambah banyaknya warga yang enggan mendapat vaksinasi. Disisi lain, kematian maupun kondisi jatuh sakit, hingga kini belum didapat jawaban apakah hal tersebut memiliki kaitan signifikan dengan vaksinasi yang didapatkan.

Fenomena serupa sejatinya juga terjadi di negara-negara lain yang telah menjalankan program vaksinasi. Korban meninggal dunia hingga jatuh sakit bahkan juga terjadi di Indonesia.

Namun demikian, upaya untuk melakukan vaksinasi tetap gencaar dilakukan diberbagaai dunia, termasuk Hong Kong salah satunya.

Ditengah keengganan warga untuk menerima vaksinasi, Pemerintah Hong Kong mulai memutar otak mencari cara agar warganya maau dengan sukarela menerima vaksinasi covid-19 sehingga target herd immunity dengan melakukan vaksinasi terhadap setidaknya 70% warganya terpenuhi.

Jika sebelumnya, dua pengusaha properti di Hong Kong mengeluarkan pernyataan media yang isinya bagi siapa saja di Hong Kong yang bersedia divaksin corona, berkesempatan mendapatkan hadiah-hadiah yang telaah mereka siapkan. Hadiah-hadiah tersebut tidak kecil nilainya. Hadiah utama merupakan 2 unit apartemen mewah seharga 1 juta Hong Kong Dolar. Selain itu, ratusan voucher belanja bernilai HKD 100 ribu juga dibagikan untuk yang tidak mendapat hadiah utama.

Beberapaa hari kemudian, otoritas Hong Kong mengeluarkan pernyataan akan memberikan diskon hingga 30% bagi warganya yang telah divaksin dua dosis saat makan di restoran-restoran tertentu yang telah bekerja sama dengan program ini.

Sedangkan pada restoran-restoran yang mengikuti program tersebut, mewajibkan seluruh karyawan dan pemiliknya untuk divaksinasi terlebih dahulu.

Keuntungan bagi restoran yang berpartisipasi akan mendapat kelonggaran jam buka hingga tengah malam.

Sedangkan bagi pembeli yang telah divaksin, mereka dibebaskan makan berkumpul bersama dalam satu meja hingga enam orang banyaknya.

Mengutip HKFP, Sekretaris Pangan dan Kesehatan, Dr Shopia Chan dalam keterangan persnya menyampaikan, bagi warga yang belum mendapatkan vaksinasi, akan mendapat resiko kehilangaan kelonggaraan sosial, yakni dilarang berada di tempat-tempat tertentu yang dianggap beresiko tinggi menularkan virus corona seperti bioskop, museum, sport centre, tidak boleh mengikuti pelajaran tatap muka ataau face to face  bagi pelajar serta pembatasan fasilitas umum lainnya.

Tak hanya itu, bagi warga yang belum divaksin, memiliki kewajiban menjalani karantina jika kedapatan memiliki riwayat kontak erat dengaan sebuah kasus penularan virus corona. Seluruh ketentuan diatas juga berlaku bagi warga negara asing yang memiliki  Hong Kong ID termasuk pekerja asing. []

Advertisement
Advertisement