April 2, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Di Negara-Negara Maju Kekurangan Pekerja, Indonesia Bidik Lowongan PMI 500 Ribu

2 min read

JAKARTA – Kebutuhan tenaga kerja global dinilai terus meningkat. Sejumlah negara maju dilaporkan mengalami kekurangan pekerja dalam skala besar, terutama di sektor caregiver, manufaktur, dan perhotelan. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Tatang Muttaqin, mengatakan, tingginya kebutuhan tenaga kerja di luar negeri menjadi peluang besar bagi Indonesia.

Apalagi, pemerintah menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran pada 2026 yang sebagian besar berasal dari lulusan pendidikan menengah.

“Banyak negara maju mengalami kekurangan pekerja dalam skala besar, terutama pada sektor caregiver, manufaktur, dan perhotelan,” ujar Tatang dalam keterangan tertulis, Senin, 20 Maret 2026.

Tatang mengataman, menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan strategi untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja Indonesia ke pasar global. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) di SMK.

Ia menilai, persoalan utama selama ini bukan pada kemampuan teknis tenaga kerja Indonesia, melainkan kendala adaptasi budaya serta tingginya biaya persiapan keberangkatan. Kondisi itu kerap menghambat lulusan SMK untuk mengakses peluang kerja di luar negeri.

Melalui program 3+1, katanya, pemerintah menambah masa pendidikan selama satu tahun setelah tiga tahun pembelajaran reguler. Tambahan waktu ini difokuskan pada penguatan bahasa asing, pemahaman budaya kerja, serta peningkatan kompetensi sesuai standar negara tujuan.

“Program ini menambah masa belajar satu tahun untuk membekali murid secara utuh, mulai dari bahasa asing dan budaya kerja yang disiapkan untuk mencapai standar negara tujuan,” kata Tatang.

Selain meningkatkan kesiapan kerja, program ini juga dirancang untuk menekan biaya yang harus ditanggung calon pekerja migran. Pemerintah berupaya menghadirkan skema yang lebih terjangkau agar akses bekerja ke luar negeri semakin terbuka.

Di sisi lain, menurutnya, program ini sebagai respons terhadap perubahan lanskap ekonomi global dan disrupsi teknologi. Lulusan SMK tidak hanya dipersiapkan untuk bekerja, tetapi juga untuk terus beradaptasi dengan dinamika industri. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply