August 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dianggap Tak Efektif Tekan Angka Kasus Harian, Hong Kong Akhirnya Hapus Seluruh Larangan Penerbangan

2 min read
Papan informasi kedatangan internasional Bandara Internasional Hong Kong (Foto HK01)

Papan informasi kedatangan internasional Bandara Internasional Hong Kong (Foto HK01)

HONG KONG – Setidaknya selama sebulan belakangan, angka penambahan kasus baru harian di Hong Kong terus berfluktuasi mengalami peningkatan. Hal tersebut terjadi ditengah ketatnya pembatasan aturan penerbangan menuju Hong Kong.

Per Kamis (07/07/2022) kemarin, angka kasus baru yang ditemukan dalam 24 jam dilaporkan menembus angka 3 ribu kasus. Jumlah tersebut didominasi oleh kasus lokal.

Melihat hal tersebut, akhirnya otoritas Hong Kong melalui siaran persnya pada Kamis, 7 Juli 2022, membekukan aturan yang melarang individu melakukan penerbangan, yang membawa penumpang yang sedang terinfeksi virus corona. Awalnya, aturan ini diberlakukan karena dianggap bisa menimbulkan masalah yang seharusnya tidak perlu terjadi dan menimbulkan ketidak-nyamanan pada masyarakat Hong Kong.

Maskapai – maskapai menyambut baik kebijakan pemerintah Hong Kong tersebut karena sama dengan membuka pintu Hong Kong bagi dunia. Lockdown di Hong Kong telah membuat frustrasi masyarakat yang terbiasa bergerak dan melakukan perjalanan lintas wilayah di Hong Kong.

“Biaya sosial yang disebabkan oleh lockdown ini cukup besar dan menimbulkan masalah yang seharusnya tidak perlu terjadi bagi pelajar internasional dan anggota keluarga mereka,” demikian keterangan Pemerintah Hong Kong.

Kendati sudah ada kelonggaran ini, semua pelaku perjalanan internasional yang tiba di Hong Kong harus tetap menjalani karantina mandiri di hotel yang ditunjuk selama sepekan dan menjalani tes virus corona secara berkala, memberikan sample bagi bayi serta mengisi sejumlah formulir.

Pemerintah Hong Kong menjanjikan sedang berusaha meningkatkan sistem karantina mandiri agar memudahkan warga melakukan aktivitas dan demi pemulihan perekonomian serta kehidupan sosial masyarakat Hong Kong.

Sebelumnya maskapai yang membawa lebih dari lima penumpang dengan kondisi positif Covid-19, dilarang melanjutkan penerbangan selama lima hari ke depan. Aturan ini diterbitkan dua pekan lalu sehingga membuat operasional penerbangan semakin ketat setelah wilayah perbatasan Hong Kong ditutup selama dua tahun.

Aturan itu telah membuat ratusan penerbangan dibatalkan, warga Hong Kong jadi terpisah dengan keluarga mereka karena sulit memesan tiket perjalanan. Bukan hanya itu, biaya karantina di hotel juga harus dibayar dengan kocek sendiri.

Hong Kong terpukul oleh kebijakan pandemi Covid-19. Pemimpin Hong Kong yang baru John Lee, diharapkan bisa menghapus kebijakan karantina mandiri.[]

Advertisement
Advertisement