May 17, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dibayang-Bayangi Omicron, Akses Keluar masuk Jakarta Diperketat

2 min read

JAKARTA – Wakil Presiden Maruf Amin memerintahkan penjagaan ketat atas akses keluar masuk Jakarta untuk menghindari penyebaran varian Omicron. Keputusan itu diambil lantaran Jakarta menjadi kota yang memiliki mobilitas tinggi.

“Dari hasil rapat yang dipimpin Presiden dan juga Wakil Presiden memberi arahan bagaimana agar diperketat orang keluar Jakarta,” tutur Juru Bicara Wakil Presiden (Jubir Wapres), Masduki Baidlowi dalam keterangan resminya, Minggu (16/01/2022).

Tidak dapat dipungkiri, varian Omicron Covid-19 telah menyebar di Indonesia melalui transmisi lokal dan salah satu daerah yang berdasarkan data memiliki tingkat penyebaran tinggi adalah Jakarta. Memperketat akses keluar masuk Jakarta pun merupakan upaya menghindari puncak penyebaran Omicron hingga Maret mendatang.

Lebih lanjut Masduki menyampaikan, selain memperketat mobilisasi, protokol kesehatan juga akan lebih ditingkatkan, terutama pelaksanaan vaksinasi.

“Jadi pendisiplinan ulang terhadap kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pihak luar dan jangan keluar rumah kalau tidak penting,” ujar Masduki.

Masduki juga mengatakan, gerai vaksinasi akan diperbanyak di wilayah Jabodetabek. Terlebih, upaya pemberian vaksin booster pun sudah mulai dilakukan.

“Secara garis besar daerah aglomerasi yang harus diperketat, dan itu akan dilakukan langkah-langkah vaksinasi yang makin diperbanyak terutama di daerah-daerah Jabodetabek akan dilakukan vaksinasi yang lebih masif lagi, seperti Bogor, Bekasi, Banten,” tuturnya.

Terkait karantina pelaku perjalanan luar negeri, Masduki mengungkapkan, Wakil Presiden Maruf Amin meminta adanya telaah lebih dalam untuk mengevaluasi sistem. Karantian, katanya, harus benar-benar dipastikan untuk mencegah laju penyebaran yang cepat.

“Tadi Wapres mempertanyakan untuk kejadian-kejadian tertentu, misal di Jawa Timur bahwa setelah dinyatakan negatif dengan karantina, tapi setelah pulang dia positif, ternyata Omicron. Sehingga perlu diperketat berapa hari [masa] karantina, itu yang ditelaah ulang terhadap pola karantina. Terutama dari luar negeri,” ujar Masduki. []

Advertisement
Advertisement