September 30, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Diperingati Setiap Tanggal 1 Mei, Begini Asal Usul Hari Buruh Sedunia

2 min read

JAKARTA – Setiap 1 Mei, kalangan buruh di seluruh dunia memperingati Hari Buruh Internasional. DI Indonesia sendiri, peringatan Hari Buruh sempat dilarang pada era Orde baru, karena dianggap identik dengan paham komunisme.

Padahal sebelumnya, Hari Buruh diperingati setiap tahunnya, dan bahkan Presiden Soekarno saat itu, kerap hadir dalam perayaan Hari Buruh Internasional di Indonesia.

Dan ketika memasuki era reformasi, Hari Buruh, atau May Day di Indonesia baru secara resmi diperbolehkan pada 2014, ketika Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden.

Tak hanya diperbolehkan, sejak itu 1 Mei dijadikan hari libur nasional dan kerap dijadikan momen untuk menyuarakan hak-hak kaum buruh atau pekerja.

 

Sejarah May Day

Peringatan Hari Buruh Internasional berawal dari aksi unjuk rasa serikat buruh di Amerika Serikat pada 1 Mei 1886. Mereka menuntut sistem 8 jam kerja per hari, 8 jam lebih ringan dibandingkan tuntutan perusahaan yang memperkerjakan buruh hingga 16 jam setiap harinya.

Aksi unjuk rasa tersebut diwarnai dengan aksi mogok kerja massal yang terjadi di berbagai kota. Setidaknya ada 300 hingga 500 ribu buruh di AS yang mengikuti aksi mogok tersebut.

Aksi buruh tidak hanya dilakukan selama satu hari melainkan selama beberapa hari. Majalah TIME menyatakan bahwa ada aksi di alun-alun Haymarket yang menyebabkan kerusuhan.

Haymarket Riot merupakan tragedi kekerasan yang melibatkan polisi dan buruh yang tengah unjuk rasa di Chicago pada 4 Mei 1886. Peristiwa ini berasal dari kerusuhan pada 3 Mei pada unjuk rasa perusahaan McCormick Harvesting Machine Company.

Wali Kota Chicago Carter Harrison hadir dalam unjuk rasa yang diadakan di Haymarket Square untuk merespons aksi damai para buruh.

Pada peristiwa tersebut ada seorang buruh yang tewas dan terluka ketika ada 180 personel polisi berusaha membubarkan massa.

Setelah Harrison dan beberapa demonstran pergi, polisi juga berusaha untuk meminta massa membubarkan diri. Ada sebuah bom dilemparkan seseorang yang tidak diketahui identifikasi. Ada 30 orang tewas, 40 orang luka-luka dan 7 orang polisi tewas.

Pada Agustus 1886, ada delapan tersangka yang dituduh sebagai pemicu kerusuhan Haymarket dijatuhi hukuman berat. Hakim Joseph E. Gary menjatuhkan hukuman mati kepada tujuh orang dan satu tersangka dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Pada November 1887, empat pria lainnya digantung. Sementara itu tiga tersangka lainnya, satu orang melakukan bunuh diri pada malam eksekusi dan dua lainnya dihukum penjara seumur hidup oleh Gubernur Illinois Richard J. Oglesby.

Konferensi Internasional Sosialis tahun 1889 kemudian menetapkan demonstrasi besar-besaran Amerika Serikat, Kanada dan Haymarket sebagai perjuangan buruh hingga tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional. []

Advertisement
Advertisement