December 6, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Disnaker Bersiap Sambut Kedatangan Jenazah BMI Asal Sragen

2 min read
-

SRAGEN – Wami Windasih (19) salah satu BMI yang menjadi korban meninggal dalam insiden kecelakaan maut di Penang Malaysia pada Selasa (23/10) pagi jenazahnya akan diterbangkan dari Bandara Internasional Bayan Lepas Penang Malaysia Hari ini (26/10). Bersamaan dengan jenazah Wami, juga akan diterbangkan dengan pesawat yang sama, jenazah Titik Katinengsih, BMI asal Mejayan, Caruban, Madiun  yang juga menjadi korban meninggal dalam insiden yang sama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen menyatakan pihaknya telah menerima informasi perihal musibah yang menimpa warganya Selasa (23/10) kemarin.

Tragedi Subuh Berdarah, Renggut Nyawa 7 BMI

“Iya, betul, memang ada warga kami asal Jenar yang menjadi salah satu korban meninggal dalam tragedi kecelakaan lalu lintas di Malaysia. Jenazah akan diberangkatkan dari Malaysia besok [Kamis],” tutur dia.

Dilansir dari Solopos.com, Tatag memerinci Wami di Malaysia bekerja di PT Soni. Wami meninggal dunia saat rombongan pekerja perusahaan itu yang menumpang bus perusahaan dalam perjalanan dari asrama menuju pabrik mereka.

Saat itu lantaran mengalami kerusakan, bus berhenti di pinggir jalan. Malang tak dapat ditolak, bus yang mereka tumpangi ditabrak dari arah belakang oleh bus rombongan pekerja PT Neksus pukul 05.30 WIB.

Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Sragen sedang berkoordinasi dengan BNP2TKI dan Kemenaker ihwal agenda pemulangan jenazah Wami.

“Direncanakan jenazah tiba di Bandara Adisucipto Yogyakarta, Jumat [27/10/2017] pukul 06.00 WIB,” ujar dia.

Data 7 BMI Korban Meninggal Insiden Subuh Berdarah

Berdasarkan laporan yang diterima Pemkab Sragen, sebelum berangkat ke Malaysia Wami menjalani pelatihan di PT Adila Frescy Farindo Duta, Gambiran, Sragen. Dia berangkat melalui BNP2TKI Sragen.

“Biar diurus Disnakertrans Sragen dan BNP2TKI, biar koordinasi dulu. Bila memang dari keluarga tidak mampu, nanti kami berikan bantuan. Keluarga berharap jenazah bisa segera dipulangkan untuk dimakamkan,” kata dia.

Tatag menerangkan keluarga Wami tidak akan mempermasalahkan dan menuntut secara hukum ihwal kematian anak mereka. “Yang terpenting mereka ingin segera memakamkan jenazah korban,” imbuh dia.

Terpisah, Kades Kandangsapi, Jenar, Pandu, kepada wartawan mengatakan Wami baru sekitar sebulan merantau ke Malaysia. Menurut dia, Wami adalah alumnus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jenar.

Wami merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

“Bapak korban Wagiyono bekerja sebagai petani, ibundanya jualan cilok dan tepo [sejenis lontong]. Ekonomi keluarga korban kurang mampu,” tutur dia.

Pandu menerangkan keluarga Wami sangat terpukul begitu mendapat kabar meninggalnya Wami. Apalagi Wami masih muda, belum menikah, dan belum lama berangkat ke Malaysia.

“Begitu dapat kabar meninggalnya korban saya langsung menjenguk keluarganya. Ya namanya orang kena musibah, ya tentu merasa sangat terpukul. Mereka menangis saat saya datang,” pungkasnya. [Asa/Solo Pos]

Advertisement
Advertisement