April 17, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ditinggal Suami Kerja ke Taiwan, Mantan PMI Hong Kong Asal Lampung Digerebek Warga Saat Disetrum Anggota Dewan yang Terhormat

3 min read

JAKARTA – “Witing Trisna Jalaran Sangka Kulina,”  begitulah orang Jawa mengiaskan kebiasaan dua orang yang memiliki intensitas pertemuan tertentu bisa menumbuhkan benih benih tatih tayang.

Seperti yang terjadi pada mantan PMI Hong Kong asal Lampung Barat kali ini. WN (32) sejak pensiun menjadi PMI Hong Kong, di kampung halaman harus tinggal sendirian lantaran sang suami dengan hasil tabungannya selama bekerja di Hong kong dia biayai untuk gantian bekerja ke Taiwan.

WN dalam menjalani hari-hari, tidak ingin sepi dari kesibukan. Disamping aktif menjalankan sebuah usaha berbasis UMKM, WN juga aktif melakukan berbagai kegiatan berbasis pekerja migran seperti pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi.

Aktifitas WN yang berparas semlohai ini membuat sirkel pergaulannya kian meluas. Dan salah satu sirkel pergaulan WN adalah politisi yang terlibat aktif peduli dengan pemberdayaan wirausaha pekerja migran.

Politisi tersebut berinisial S (43) yang juga merupakan anggota DPRD Lampung Barat.

Interaksi WN dengan S semakin lama semakin sering seiring dengan semakin aktif dan tingginya program pemberdayaan pekerja migran yang mereka jalankan.

Dari seringnya bertemu, entah bagaimana mulanya, tetiba WN terkiwir kiwir dengan S. Pun demikian juga S juga terkiwir kiwir dengan WN.

Wal hasil, di sisi S yang meskipun sudah beristri tetapi ingin mendapatkan variasi yang menyegarkan dan di sisi WN meskipun sudah bersuami namun jauh dari pandangan dan membuatnya tidak pernah mendapat pemenuhan kebutuhan tatih tayang, akhirnya keduanya menjalin hubungan hiyang hiyangan.

Gerak gerik WN dengan S ini sejatinya sudah lama dicurigai terutama warga disekitar tempat tinggal  WN. Namun mereka sulit untuk membuktikan bahwa ada sesuatu yang tidak beres diantara keduanya, sampai dengan warga berhasil menangkap basah kedua insan berlainan jenis tersebut.

Berawal dari kedatangan S pada 2 Januari sekira pukul 8 malam, warga yang melihat rupanya memperhatikan dan sampai dengan pukul 2 dinihari, S terlihat belum meninggalkan rumah WN. Kendaraan S masih terparkir di garasi rumah WN, namun lampu ruangan depan sudah dipadamkan.

Kecurigaan warga bertambah kuat saat sayup sayup mendengar suara pekik perjuangan yang terlantun samar samar dari arah rumah WN.

Warga tersebut kemudian memanggil warga lainnya untuk memperdalam penyelidikan.

Dan hasilnya, saat beberapa warga yang mengendap-endap mendekat ke arah kamar WN, lantunan pekik perjuangan terdengar semakin lantang, berpadu dengan suara gedebuk benturan ranjang.

Warga langsung merangsek masuk dengan cara mencongkel pintu sembari memasang beberapa kamera untuk dijadikan barang bukti. dan Hasilnya, saat warga berhasil sampai ke dalam kamar sumber suara pekik perjuangan tersebut, WN dan S, sama-sama tidak menyadari kehadiran beberapa warga didekatnya. Bahkan saking semangatnya, pekik perjuangn yang dilantunkan WN terlantun semakin kencang, laksana orang hendak melahirkan, pekik perjuangan WN bercampur dengan raungan.

Bentakan wargalah yang membuat keduanya mengetahui ada kehadiran orang lain di dalam kamar. Dan otomatis, semangat mendaki yang sebelumnya menyala, raung pekik perjuangan yang sebelumnya lantang, tetiba menjadi senyap, lunglai tak berdaya.

Namun keduanya tidak bisa mengelak lagi, sebab adegan setrum-setruman berlangsung dengan disaksikan warga meskipun tidak sampai tuntas.

Warga langsung menghubungi aparat Kepolisian setempat untuk menangani kasus tersebut.

Sumber dari Kepolisian Resort Lampung Barat menyebutkan, kasus tersebut belum bisa dinaikkan ke ranah pidana, sampai dengan ada pihak-pihak berkaitan yang membuat laporan. Pihak berkaitan dimaksud bisa berasal dari pihak WN atau pihak S.

Sampai saat berita ini diturunkan, belum diperoleh kabar terkait pelaporan dari suami WN maupun istri S. []

Advertisement
Advertisement