March 14, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Doa Terpenting di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

2 min read

JAKARTA –  Diriwayatkan dari Aisyah binti Abu Bakar radiallahuanha, beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui suatu malam adalah Lailatulqadar, apa yang harus aku baca?”

Rasulullah ﷺ menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (Tirmizi)

Doa ini sangat singkat, tetapi maknanya sangat dalam.

Mengapa Memohon Afw, Bukan Sekadar Ampunan?

Dalam bahasa Arab terdapat beberapa kata yang berkaitan dengan pengampunan:

– magfirah = menutup dosa

– rahmah = kasih sayang

– afw = menghapus dosa sepenuhnya

Kata ‘afw berarti penghapusan total, seolah-olah dosa itu tidak pernah ada.

Dalam penjelasannya, Ibnu Hajar al-Asqalani menyebut bahwa ‘afw adalah bentuk pengampunan yang paling sempurna.

Artinya, doa ini meminta lebih dari sekadar ampunan. Ia memohon penghapusan total dari dosa.

Allah Mencintai Pemaafan

Doa ini juga menyebut:

تُحِبُّ العَفْوَ

Allah bukan hanya memberi maaf.

Allah mencintai memberi maaf.

Ini menunjukkan keluasan rahmat Allah.

Menurut penjelasan An-Nawawi, penyebutan sifat ini dalam doa bertujuan mendekatkan harapan seorang hamba kepada pengampunan Allah.

Ketika seseorang berdoa dengan menyebut sifat Allah, ia sedang mengetuk pintu rahmat-Nya.

Doa yang Sangat Sederhana

Menariknya, Nabi ﷺ tidak mengajarkan doa yang panjang.

Tidak ada daftar panjang permohonan dunia.

Hanya satu permintaan:

“Fakfu anni — maka maafkanlah aku.”

Ini menunjukkan bahwa pengampunan adalah kebutuhan terbesar manusia.

Jika dosa dihapus, maka pintu kebaikan akan terbuka.

Epistemologi Taubat

Dalam perspektif epistemologi Qur’ani, dosa sering menjadi penghalang antara manusia dan kebenaran.

Hati yang dipenuhi dosa sulit merasakan cahaya petunjuk.

Karena itu, sebelum meminta banyak hal kepada Allah, manusia perlu membersihkan dirinya terlebih dahulu.

Doa ini adalah permohonan pembersihan total.

Momentum Hari Ke-25

Hari ke-25 adalah salah satu malam ganjil yang sangat diharapkan menjadi Lailatulqadar.

Di malam seperti ini, Rasulullah ﷺ memperbanyak doa.

Tidak ada jaminan bahwa malam ini adalah Lailatulqadar.

Namun, ada kepastian bahwa doa yang tulus tidak pernah sia-sia.

Refleksi

Di sepuluh malam terakhir, manusia sering meminta banyak hal kepada Allah.

Namun Nabi ﷺ mengajarkan satu doa yang sangat sederhana.

Karena mungkin kebutuhan terbesar manusia bukanlah harta, bukan pula panjang umur, tetapi hati yang bersih dari dosa.

Maka di malam-malam terakhir ini, ulangilah doa ini dengan penuh harapan:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Karena bisa jadi satu doa yang tulus di malam Ramadan mampu menghapus seluruh dosa kehidupan seseorang.  []

Penulis : Muhammad Hidayatulloh (Cak Muhid); Penulis buku seri Epistemologi Qur’ani

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply