March 20, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dua Kali Lebaran di Kampung Halaman, Wahyuni “Nyerah” : Ternyata Janji 20 Juta Lapangan Kerja dari Pemerintah Buat Saya Harus Kembali ke Tseung Kwan O

2 min read

MADIUN – “Waktu pilpres kemarin, harapan besar buat saya terkembang, untuk segera pulang dan mendapatkan janji 20 juta lapangan kerja dari pak Prabowo dan pak Gibran. “ tutur Wahyuni mengawali percakapan dengan ApakabarOnline pada Kamis (19/03/2026) kemarin di rumahnya di salah satu kawasan sejuk kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun.

Wahyuni, ibu rumah tangga dua anak berusia 37 tahun ini mengaku sebelumnya sudah 8 tahun bekerja di Hong Kong dan pulang ke kampungnya di koordinat sejuk desa Blimbing Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun pada November 2024 silam.

Wahyuni kala itu sangat percaya dan optimis dengan janji pasangan capres cawapres yang kemudian menang, yakni pasangan Prabowo Gibran yang menggaungkan akan menyediakan 20 juta lapangan pekerjaan. Menjanjikan ekonomi yang makmur, menjanjikan ini dan itu.

Kepercayaan Wahyuni terhadap janji pasangan rupanya mengalami ujian bertubi tubi. Mulai dari suami yang di PHK dari sebuah pabrik di Solo dan terpaksa menjadi pekerja serabutan hingga saat ini, mencari lowongan pekerjaan yang hasilnya layak untuk memenuhi kebutuhan hidup, sampai harus merasakan paket MBG basi dari sekolah kedua anaknya.

Sederet ujian kepercayaan, beranding lurus dengan piring makan sehari-hari yang selama ini hanya mengandalkan tabungan bekerja di Hong Kong.

“Lama lama tabungan saya habis. Harga harga semua pada naik, pendapatan tidak ada, suami juga tidak punya penghasilan pasti, sementara pengeluaran setiap hari itu sebuah kepastian” keluh Wahyuni.

Walhasil, saat majikan Wahyuni menanyakan kabar, airmata haru tercurah, dan majikan Wahyuni mengupayakan agar Wahyuni kembali ke Tseung Kwan O kembali bekerja di apartemen majikan seperti dulu.

“Majikan saya bilang, di Indonesia itu janji pemerintah tidak seperti di Hong Kong, jangan kamu percaya. Sudah kamu kesini saja, kerja disini lagi, nanti anak-anakmu bisa sekolah, makan lebih layak, rumah bisa kamu perbaiki, kamu nabung beli asset dan modal usaha” tutur Wahyuni.

Wahyuni hanyalah satu dari sekian banyak mantan PMI yang di kampung halaman “gagal” menemukan pondasi untuk hidup layak sesuai yang mereka inginkan. Apa sebabnya ?

Tentu saja beragam, yang pasti persiapan, perencanaan itu sangat penting agar saat di kampung halaman seorang mantan pekerja migran tidak lagi dipusingkan dengan sumber penghidupan.

Ranisa Fries Chicken, merupakan salah satu ihtiyar yang merentangkan jalan pulang untuk pekerja migran di kampung halaman. Dengan modal yang sangat terjangkau, pekerja migran bisa memulai usaha saat masih berada di Negara penempatan, dengan melibatkan anggota keluarga di rumah untuk memulainya.

Pendampingan, pelatihan, sudah pasti menjadi bagian penting dari misi merentangkan jalan pulang untuk pekerja migran agar tidak kembali ke Negara penempatan. Tertarik atau ingin tahu terkait Ranisa Fried Chicken ? Silahkan menghubungi nomor 0881011445566. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply