March 3, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Faruq (MTB) : “Papi Nakal”

2 min read
Informasi Pendaftaran Pemilih

Mochammad Faruq Fajar, atau yang populer disebut Faruq tercatat sebagai warga Darmo Indah Surabaya. Hal ini  terungkap saat Apakabaronline.com melakukan penelusuran data keimigrasian pelaku. Dalam melancarkan aksinya, Faruq meyakinkan korban dengan menggunakan selembar surat penawaran kredit atas nama PT Berkat Bumi Sentosa Abadi tang berkantor di Tangerang.  Dalam surat tersebut, PT Berkat Bumi Sentosa Abadi menerima fasilitas Pinjaman Rekening Koran dari Bank Capital sebesar 1,5 Milyar Rupiah. Baik dari PT BBSA maupun dari Bank Capital, Apakabaronline belum berhasil beroleh konfirmasi terkait hal tersebut.

surat-dari-bank-capital-resized

Disamping berbekal selembar dokumen tersebut, Faruq meyakinkan calon korban dengan kalimat-kalimat yang mampu menghipnosa kesadaran calon korban. Hingga dengan paparan angka-angka dan prosentase yang dia janjikan, cenderung menggiring calon korban untuk tergiur mengikutinya.

Baca : Faruq (MTB) : Pengacara Gadungan Peloroti PMI Hong Kong dan Taiwan

Modus lain yang dilakukan Faruq untuk memelihara hubungan baik dengan korbannya, adalaah dengan menjadikan korban sebagai kekasih. Hal ini terungkaap dari beberapa rekaman pembicaraan dan screenshot beberapa chat dialog antara korban dengan Faruq, dimana setiap korban memanggil Faruq dengan sebutan “Papi”. Dan sebaliknya, faruq menyanjung korban dengan sebutan “Mami”.

Korban W yang buka-bukaan perihal musibahnya, mengaku baru menyadari bahwa Faruq adalah penjahat setelah uangnya sebesarHKD 35 ribu dan sekian kali ketelanjangannya diidokumentasikan Faruq. Kepada Apakabar, W berterus terang bahwa setelah W menyetorkan uang, Faruq mendekatinya untuk tujuan lain. Diluar hubungan profesional sebagai seorang pengacara yang sekaligus pembina organisasi, Faruq juga getol merayu W hingga W terlena menyerahkan tubuhnya.

Sejak saat itu, sebagaimana terhadap korban lainnya, W memanggil Faruq dengan sebutan “papi”, dan sebaliknya Faruq memanggil W dengan sebutan “Mami”. Inilah awal petaka buat W. Dalam situasi tertentu saat W menyadari akan janji Faruq yang belum dia penuhi, saat W didesak oleh tagihan bank lantaran uang HKD 35 ribu dia dapatkan dari meminjam, kemarahan W diredam Faruq dengan kencan.

Namun, sepandai-pandai Faruq meredamnya, setelah sekian lama janji keuntungan investasinya mangkrak, W tetap menagihnya. Disaat sudah tidak bisa diredam seperti inilah, Faruq dengan gaya bicara yang kasar menekan W untuk tidak terus menagih, jika W tetap terus menagih. Faruq mengancam akan mengunggah dokumentasi ketelanjangan W ke media sosial.

Pengakuan W ini menambah deretan daftar korban yang buka-bukaan ke Apakabar menjadi 10 orang dengan jumlah kerugian jika dirupiahkan menjadi RP. 885 juta.

Seperti pemberitaan kami sebelumnya, ditemukan kesaksian, bahwa Faruq telah gentayangan memperdaya PMI Hong Kong dan Taiwan sejak tahun 2012. Faruq memperdaya korbannya dengan merekrut PMI untuk bergabung di organisasi abal-abal yang dia bina bernama MTB (mengatasi TKI Bermasalah). [AA Syifa’i SA]

Advertisement
Advertisement