June 23, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Genangan Banjir Semakin Tinggi, Puluhan Ribu Warga Mengungsi

2 min read
Personel Basarnas Kendari mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang dengan perahu karet di Kecamatan Dangia, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Banjir bandang merendam 11 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur akibat luapan Sungai Konaweha disebabkan intensitas hujan tinggi dan data sementara BPBD Kolaka Timur sebanyak 35 unit rumah terendam, 130 hektare sawah terendam dan 6 desa lain di wilayah tersebut belum bisa diakses disebabkan jalan terputus. ANTARA FOTO/HumasSAR

Personel Basarnas Kendari mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang dengan perahu karet di Kecamatan Dangia, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Banjir bandang merendam 11 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur akibat luapan Sungai Konaweha disebabkan intensitas hujan tinggi dan data sementara BPBD Kolaka Timur sebanyak 35 unit rumah terendam, 130 hektare sawah terendam dan 6 desa lain di wilayah tersebut belum bisa diakses disebabkan jalan terputus. ANTARA FOTO/HumasSAR

JAKARTA – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa puluhan ribu warga terdampak banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi di Pulau Sulawesi pada awal Juni 2019.

“Hingga Senin, sejumlah kabupaten terdampak banjir di Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Sutopo melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (10/06/2019).

Sutopo mengatakan bahwa banjir di beberapa provinsi tersebut menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi dan menyebabkan kerusakan pada sektor pemukiman, pertanian, perikanan serta fasilitas umum.

Hingga Minggu (09/06/2019), banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara mengakibatkan 1.091 kepala keluarga (KK) atau 4.198 jiwa mengungsi. Enam kecamatan terimbas banjir adalah Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima, dan Wiwirano.

“Kecamatan Asera merupakan kecamatan dengan jumlah desa terdampak paling tinggi yaitu 13 desa,” jelas Sutopo.

Masih di Sulawesi Tenggara, banjir juga melanda Kabupaten Konawe. Banjir yang juga dipicu oleh curah hujan tinggi mengakibatkan 36 jiwa mengungsi dan 240 jiwa terdampak.

Sementara banjir di Sulawesi Selatan melanda wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang. Warga yang terdampak berasal dari Kelurahan Tanru Tedong 1.002 KK dan Desa Salobukkang 450 KK.

Di Sulawesi Tengah, banjir melanda Kabupaten Morowali yang menyebabkan 263 KK di Desa Lele dan 298 KK di Desa Dampala mengungsi.

Sutopo mengatakan bahwa intensitas hujan tinggi yang menyebabkan banjir telah diperkirakan karena fenomena aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) memasuki wilayah Samudera Hindia.

“BMKG telah memprakirakan potensi hujan lebat di beberapa wilayah, antara lain Sulawesi, pada 1 Juni hingga 5 Juni,” tuturnya.

BMKG juga telah menginformasikan terkait potensi curah hujan tinggi hingga lima hari, yaitu 11 Juni hingga 15 Juni 2019. Wilayah-wilayah dengan potensi hujan lebat pada periode tersebut antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. [NZ]

Advertisement
Advertisement