August 20, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Gunung Semeru Meletus, Jembatan Putus, Evakuasi Warga Terkendala

2 min read

MALANG – Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sore. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam letusan tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, tampak gumpalan asap membumbung tinggi. Sementara itu, warga yang melihat letusan tersebut berlari menyelamatkan diri.

Saat ini, BPBD Kabupaten Lumajang disiapkan untuk mengevakuasi warga.

Gunung Semeru yang berketinggian 3.676 meter itu mengakibatkan hujan abu di sekitar Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Anggota Polsek Candipuro yang sedang berjaga di sana bergegas meminta warga dan sopir-sopir truk pengangkut pasir segera menyingkir. Sebelumnya masyarakat berkumpul untuk melihat banjir lahar dingin yang menerjang kawasan itu.

“Ayo Pak, menyingkir, Pak,” kata Ismail, salah satu petugas Polsek Candipuro.

Ismail meminta masyarakat segera meninggalkan lokasi karena berpotensi bahaya.

“Pertama ada letupan kecil, sekarang diperkirakan erupsi, kalau dari awan panasnya sudah kelihatan,” kata Ismail.

Setelah itu warga dan penambang pasir segera meninggalkan lokasi. Sementara hujan abu turun semakin pekat, disertai kerikil.

 

Jembatan Gladak Perak Putus, Evakuasi Warga Terkendala

Jembatan Gladak Perak yang berada di Jl. Raya Dampit-Lumajang, Krajan, Jarit, Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur putus akibat erupsi Gunung Semeru. Akibatnya, proses evakuasi warga mengalami gangguan.

“Ada hal yg semakin darurat, jembatan yang menghubungkan dua kecamatan, jembatan perak Gladak putus, ini menyulitkan proses evakuasi,” kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Sabtu (04/12/2021).

Thoriqul Haq mengatakan, akibat erupsi ini dua kecamatan yakni Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo gelap gulita.

“Akibat terjadinya erupsi ini dua kecamatan gelap gulita, erupsi ini betul-betul pada posisi kami tidak bisa menjangkau dari sisi waktu,” katanya.[]

UPDATE ERUPSI SEMERU : Mulai Ditemukan Korban Meninggal Dunia dan Luka-Luka, Jumlahnya Kemungkinan Akan Terus Bertambah

Advertisement
Advertisement