Guyub Rukun Mantan PMI Modal Pembangunan di Daerah
2 min read
MADIUN – Bupati Madiun Hari Wuryanto menghadiri Halal Bihalal dan Tasyakuran yang diselenggarakan oleh komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) Korea Dk. Slerong Ds. Kradinan Kec. Dolopo, Senin (30/3/2026).
Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Dolopo, termasuk Camat, Kapolsek, dan Danramil Dolopo. Selain itu, nampak hadir pengurus MWC NU Dolopo, perangkat desa, serta tokoh masyarakat dan ulama setempat.
Ketua Panitia Halal Bihalal dan Tasyakuran Pekerja Migran Indonesia (PMI) Korea Dk. Slerong Ds. Kradinan Kec. Dolopo, Endrik Setya Pranata dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan wujud syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara warga di desa dengan para pejuang devisa yang berada di Korea Selatan, beliau memberikan apresiasi khusus kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini termasuk pihak Keamanan dan Pemerintahan, Kapolsek, Danramil, serta Kepala Desa Kradinan yang telah mendukung penuh kegiatan ini.
Beliau berharap momentum ini dapat membawa semua pihak kembali ke fitrah yang suci dan menjadi golongan orang-orang yang beruntung.
“Semoga acara pengajian dan tasyakuran ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya bagi masyarakat Slerong dan para warga kita yang sedang bekerja di Korea,” kata Endrik.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para PMI Korea asal Desa Kradinan yang tetap menjaga kekompakan dan kepedulian terhadap tanah kelahiran. Beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan (guyub rukun) sebagai modal utama pembangunan di Kabupaten Madiun.
“Mumpung ini masih dalam suasana Lebaran, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Madiun, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mari kita jaga kemenangan ini dengan tetap istiqomah menjalankan perintah Allah dan menjaga kedamaian di lingkungan kita,” ujar Bupati Madiun.
Beliau juga sempat membandingkan kondisi keamanan di Indonesia yang jauh lebih kondusif dan nyaman dibandingkan dengan wilayah konflik di Timur Tengah, sehingga rasa syukur harus terus dipupuk.
Puncak acara diisi dengan uraian hikmah Halal Bihalal yang disampaikan oleh KH. Gus Danang Al Bentho, pengasuh Ponpes Telogo Luh Kanjeng Sunan Kalijaga, Walikukun, Ngawi. []
