April 17, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hamil Kemudian Mengubur Bayi di Belakang Rumah Majikan, Seorang PMI Asal Tegal Ditahan

2 min read

KUALA LUMPUR – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya didepan hukum yang berlaku di Malaysia setelah kedapatan melakukan aksi membunuh kemudian menguburkan mayat bayi yang dilahirkannya.

Informasi yang berhasil dihimpun Ilham, koresponden ApakabarOnline di Malaysia menyebutkan, PMI berinisiak SA berusia 28 tahun tersebut ditangkap petugas pada 2 Januari 2024 kemarin.

Penangkapan SK merupakan hasil dari pengembangan perkara temuan mayat bayi di belakang sebuah rumah di kawasan Taman Mutiara pada 30 Desember tahun lalu.

Warga awalnya curiga dengan aroma busuk menyengat di kawasan tersebut, dan setelah dilakukan pencarian, sumber bau tersebut merupakan jasat seorang bayi yang dikubur di belakang sebuah rumah dengan kedalaman 5 cm, atau lebih tepatnya ditimbun tanah lantaran sebagian jasad rata dengan permukaan.

Rumah tersebut merupakan bangunan kosong yang lama tidak dihuni.

Aparat kepolisian dari distrik Distrik Kangar, Perlis Malaysia langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Dua hari berselang, ternyata pelaku pembuang bayi berada di bangunan sebelah  TKP, yakni SA yang berprofesi sebagai pekerja rumah tangga di bangunan tetangga TKP sejak Mei 2021.

Saat diperiksa, PMI asal Tegal Jawa Tengah tersebut  tidak dapat menolak lantaran secara fisik, SA tidak bisa menyembunyikan kondisinya yang baru melahirkan.

Saat peristiwa terjadi, rumah majikan SA dalam keadaan kosong lantaran seluruh anggota keluarga sedang menjalani liburan akhir tahun ke luar negeri.

SA pun mengakui, bahwa dia telah melahirkan di rumah majikan sendirian tanpa bantuan tenaga medis. Namun menurut SA, saat dilahirkan, bayi tersebut tidak menangis dan  SA meyakini bahwa bayinya sudah tidak bernyawa.

Dan SA juga mengakui, bahwa bayi yang yang dia lahirkan merupakan hasil hoho hihenya dengan seorang pria Bangladesh yang sejak setahun belakangan menjadi hiyang-hiyangannya.

Untuk membuktikan pengakuan SA, kini jasad bayi tersebut tengah dilakukan otopsi di Rumah Sakit.

Kini SA menjalani penahanan sampai dengan penyelidikan kasusnya tuntas dan siap dinaikan ke pengadilan.

Diketahui, di kampung halamannya di Tegal, SA memiliki seorang suami dan seorang anak perempuan yang saat ini sudah duduk di bangku kelas 2 SD. SA meninggalkan Tegal dan bekerja ke Malaysia sejak tahun 2019, sebelum pandemi corona melanda dunia. []

Advertisement
Advertisement