August 12, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hampir Seluruhnya Kasus Lokal, Angka Kasus Baru di Hong Kong Bertahan di Tiga Digit, Indonesia Tembus 32 Ribu

2 min read
Dr.Chuang Shuk-kwan dari Hong Kong Centre for Health Protection (CHP) (Foto HK01)

Dr.Chuang Shuk-kwan dari Hong Kong Centre for Health Protection (CHP) (Foto HK01)

HONG KONG – Angka pertambahan kasus baru pada gelombang kelima di Hong Kong semenjak perayaan tahun baru Imlek berlalu progresnya masih tinggi. Beberapa hari belakangan, angka kasus baru harian di Hong Kong terus bertahan di level tiga digit atau ratusan.

Seperti yang dilaporkan hari ini (04/02/2022), dalam 24 jam belakangan, di Hong Kong kembali ditemukan sebanyak 131 kasus baru.

Dr.Chuang Shuk-kwan dari Hong Kong Centre for Health Protection (CHP) dalam siaran persnya petang hari ini merinci, dari 131 kasus baru tersebut, hanya 1 yang didapat dari klaster impor, dan 130 kasus lainnya didapat dari klaster lokal.

Pada 130 klaster lokal, 59 kasus tidak diketahui sumber penularannya, dan 71 kasus lainnya diketahui tertular dari kasus sebelumnya.

Hingga saat ini, jumlah seluruh kasus positif corona di Hong Kong sejak kali pertama ditemukan pada awal 2020 silam telah mencapai 14,715 kasus dengan 213 kematian.

Jumlah pasien yang masih menjalani perawatan terpantau sebanyak 1.246 pasien, dimana secara medis seluruh pasien dilaporkan dalam kondisi stabil.

Sementara itu, di Indonesia, kasus baru positif Covid-19 atau corona di Indonesia kembali melonjak. Jangan anggap enteng dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Jumat (04/02/2022) ada tambahan 32.211 kasus baru corona. Sehingga total menjadi 4.446.694 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 7.190 orang sehingga menjadi sebanyak 4.161.987 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 42 orang menjadi sebanyak 144.453 orang.

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 140.254 kasus.

Pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah Corona, dimulai dari menekan angka penularan.

Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus Corona sebesar 35%.

Sementara memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus Corona hingga 45% kalau memakai masker kain. Sementara kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75%. []

Advertisement
Advertisement