December 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hasil Uji Lab, Virus Corona Ditemukan pada Food Frozen

2 min read

HONG KONG – Membekukan makanan, terutama makanan yang berasal dari hasil peternakan seperti daging dan lain sebagainya di era modern ini merupakan salah satu cara untuk mengawetkan makanan maupun bahan makanan agar tidak mudah rusak dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Makanan beku, terutama daging beku merupakan kebutuhan penting bagi sebagian kalangan.

Kini, mereka yang terbiasa mengkonsumsi daging yang telah dibekukan dirundung kekhawatiran. Pasalnya, beberapa sampel daging beku yang diuji labolatorium, kedapatan memiliki jejak virus corona.

Sampel sayap ayam beku dari Brasil yang Pemerintah Kota Shenzen, China misalnya, setelah diuji, hasilnya positif terkena virus corona baru. Temuan ini meningkatkan kekhawatiran atas impor makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan wabah baru.

Pusat Pengendalian Penyakit Shenzen menguji sampel permukaan dari sayap ayam sebagai bagian dari pemeriksaan rutin pada daging dan makanan laut impor sejak Juni lalu. Langkah ini menyusul wabah baru di Beijing dari pusat grosir makanan laut Xinfadi.

Penemuan di Shenzen itu terjadi sehari setelah jejak virus corona penyebab COVID-19 ada pada kemasan udang beku asal Ekuador. China telah meningkatkan pemeriksaan di pelabuhan di tengah kekhawatiran atas impor makanan.

Mengutip Reuters, otoritas kesehatan Shenzhen melacak dan menguji semua orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan produk makanan yang berpotensi terkontaminasi, dan semua hasilnya negatif.

Kedutaan Besar Brasil di Beijing tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters atas temuan di Shenzen tersebut.

“Sulit untuk mengatakan pada tahap mana ayam beku itu terinfeksi,” kata seorang pejabat eksportir daging Brasil yang berbasis di China kepada Reuters.

Kantor Pusat Pencegahan dan Pengendalian Epidemi Shenzhen mengatakan, masyarakat perlu mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko infeksi dari daging dan makanan laut impor.

Selain menyaring semua wadah daging dan makanan laut yang masuk ke pelabuhan utama dalam beberapa bulan terakhir, China telah menangguhkan beberapa impor daging dari berbagai negara, termasuk Brasil, sejak pertengahan Juni.

Kelompok pertama kasus COVID-19 terkait dengan pasar makanan laut Huanan di Kota Wuhan. Studi awal menunjukkan, virus itu berasal dari produk hewani yang dijual di pasar tersebut.

Li Fengqin, Kepala Laboratorium Mikrobiologi di Pusat Pengkajian Risiko Keamanan Pangan Nasional China, mengatakan kepada wartawan pada Juni lalu, kemungkinan makanan beku yang terkontaminasi menyebabkan infeksi baru tidak bisa dikesampingkan.

Virus bisa bertahan hingga dua tahun pada suhu minus 20 derajat Celcius. Namun, para ilmuwan mengungkapkan, sejauh ini belum ada bukti kuat virus corona bisa menyebar melalui makanan beku. []

Advertisement
Advertisement