August 3, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hikmah Nikah yang Tertunda, Kejutan dari Majikan Luar Biasa

3 min read
Feature image hikmah nikah yang tertunda (ilustrasi Istimewa)

Feature image hikmah nikah yang tertunda (ilustrasi Istimewa)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

NGAWI – Melangsungkan hajat pernikahan ditengah situasi pandemi beberapa waktu belakangan banyak mengalami perubahan lantaran harus melakukan penyesuaian dengan keadaan. Mulai dari prosesi bagaimana akad nikah dilangsungkan, pembatasan gelaran resepsi pernikahan, hingga bagi beberapa pasangan, menentukan hari H akad nikahpun sering tidak tepat lantaran keadaan.

Seperti yang dialami oleh Siti Maryuni (33) seorang mantan PMI Hong Kong asal Gendingan Ngawi kali ini. Situasi pandemi membuat gelaran pernikahan yang dipersiapkan untuk dilangsungkan pada September 2020 kemarin, harus mundur sampai dengan Mei 2021.

Bukan tanpa alasan, Yuni yang kala itu bekerja di sebuah majikan di kawasan Lai Chi Kok, terhalang rencana kepulangannya karena situasi pandemi. Terlebih, sang majikan tempat yang dimana dia telah 12 tahun bekerja kesulitan mendapatkan ganti dirinya.

“Majikan perempuan waktu itu habis operasi ginjal. Kondisinya lemah sekali dan tidak bisa bekerja, terus majikan laki-laki otomatis sepenuhnya menjadi tulang punggung keluarga selama hampir setahun lamanya. Dan keuangan majikanpun otomatis mengalami penurunan. Mereka jadi menghemat banyak pengeluaran. “ tutur Yuni.

“Situasi tersebut diperparah dengan sulitnya mencari pengganti saya. Malah setiap bulan saya hanya diberi gaji 4.000 saja tidak seperti biasanya diberi gaji 5.500 dan uang saku kalau libur.” lanjutnya.

Bertahan dalam situasi demkian, Yuni memutuskan memilih untuk bertahan sampai dengan kondisi keluarga majikannya membaik dan mandiri untuk dia tinggal.

“Saya utarakan ke majikan, kalau saya tidak jadi pulang sekarang, nanti saja setelah ekonomi dai dai kembali normal dan bisa mencari pengganti saya. Atau setidaknya setelah majikan perempuan kembali sehat dan bisa bekerja. “ lanjut Yuni.

Ucapan terimakasih seketika disampaikan oleh majikan Yuni, dan Yuni pun melanjutkan pekerjaan seperti biasanya sampai setahun kemudian.

“Menjelang akhir tahun 2020, kesehatan majikan perempuan semakin membaik, dan memasuki awal 2021, majikan perempuan telah kembali bisa bekerja mencari uang. Saya sangat bersyukur sekali, mereka bisa segera mandiri kembali. “ lanjutnya.

Saat Hari Raya Imlek tahun 2021, majikan Yuni sempat menanyakan perihal kekurangan uang gaji sebanyak HKD 1.500 dari yang biasanya atau 700-an dari aturan minimum pemerintah HK selama beberapa bulan. Kepada majikannya Yuni mengaku mengikhlaskan, tidak usah dianggap hutang.

“Saya memang mengikhlaskan kekurangan itu dan tidak berniat untuk memintanya. Karena dengan mereka saya sudah merasa seperti keluarga sendiri. Bayangkan, saya sampai 12 tahun betah bekerja dan tidak pernah ganti majikan” lanjutnya.

Rencana pulang ke kampung halamanpun terwujud. Meskipun saat tanggal 1 Syawal Yuni masih harus berada di karantina, namun tetap di bulan Syawal, Yuni menginjakan kaki di kampung halamannya, Gendingan Ngawi Jawa Timur.

Di kampung, Heri Nugroho, pemuda combatan negeri jiran Malaysia yang telah beberapa tahun menunggu untuk mempersunting Yuni pun tak mau menunda. Proses surat menyurat segera diurus, dan masih di bulan Syawal, akad nikah keduanya terwujud dilangsungkan.

“Majikan saya meminta live video whatsapp saat akad nikah saya dilangsungkan. Jadi meskipun mereka berada di Hong Kong, dan saya berada di kantor KUA Ngawi, mereka tetap bisa menyaksikan saya menikah” tutur Yuni.

“Begitu akad nikah dinyatakan sah, doa ijab kabul diamini oleh seluruh yang hadir, prosesi akad nikah selesai dilangsungkan dan rombongan kami sudah berisap meninggalkan KUA, tiba-tiba majikan melalui video call menunjukkan slip transfer uang sebesar HKD 200.000 ke rekening saya” kenang Yuni.

Seperti tersambar petir disiang bolong, Yuni pun terkejut meskipun dia bahagia.  Roman keakraban tergambar, saat majikan perempuan dan majikan laki-laki menyampaikan pesan dan nasehat perkawinan untuk Yuni dan Heri.

Pun demikian, tentang uang yang ditransfer, kedua majikan Yuni menyebutnya sebagai hadiah yang tidak seberapa jika dibanding dengan pengorbanan dan dedikasi Yuni selama 12 tahun bekerja ikut mereka.

“Saya hanya bisa nangis haru, saat mereka bilang kangen, anak-anak yang tak asuh dari kecil bilang kangen, nyuruh saya kembali ke Hong Kong” pungkas Yuni.

Setelah beberapa bulan berlalu, saat bertemu dengan ApakabarOnline.com pada Rabu (30/06/2021), Yuni mengaku sedang hamil 6 Minggu. []

Advertisement
Advertisement