August 12, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

HKU Memprediksi, Lebih dari Separo Penduduk Hong Kong Akan Terpapar Corona, Selama Tiga Hari Berturut-turut, Kasus Corona di Hong Kong Melampaui Indonesia

2 min read
Suasana sebuah rumah sakit di Hong Kong saat diterpa pandemi covid-19 gelombang kelima. Kapasitas rumah sakit overload (Foto HK01)

Suasana sebuah rumah sakit di Hong Kong saat diterpa pandemi covid-19 gelombang kelima. Kapasitas rumah sakit overload (Foto HK01)

JAKARTA – Situasi pandemi di Indonesia terus bergerak dinamis dalam fluktuasinya. Demikian pula dengan dinamika pandemi di Hong Kong. Tidak ada konstanta pada ukuran dan level tertentu sebagai titik untuk memposisikan situasi.

Pergerakan angka kasus positif harian di Hong Kong sejak dua bulan belakangan terus melonjak naik progresnya. Bahkan, selama tiga hari belakangan, angka pertambahan kasus positif terpapar corona di Hong Kong jumlahnya melebihi angka harian di Indonesia.

Pada 28 Februari 2022, Indonesia melaporkan angka positif baru sebanyak 25.054 kasus, sedangkan Hong Kong melaporkan 34.462 kasus.

Sehari kemudian, pada 1 Maret 2022, Indonesia melaporkan angka pertambahan kasus baru harian sebanyak 24.728 kasus, sedangkan Hong Kong melaporkan 32.597 kasus.

Hari ini (02/03/2022), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan ada tambahan 40.920 kasus yang ditemukan dalam 24 jam. Dengan demikian, total kasus konfirmasi Covid-19 mencapai 5.630.096. Terjadi kenaikan yang cukup tinggi dibanding sehari sebelumnya.

Sedangkan Hong Kong, hari ini mengumumkan telah menemukan sebanyak  55.353 kasus baru.

Situasi di Hong Kong saat ini menarik perhatian peneliti dari Hong Kong University.

Dalam keterangan pers yang dikuti beberapa media lokal Hong Kong hari ini (02/03/2022), Fakultas Kedokteran Universitas Hong Kong memprediksi, jika progres pertambahan kasus baru harian di Hong Kong seperti beberapa hari belakangan, maka, diperkirakan pada akhir April 2022 nanti, lebih dari separo penduduk Hong Kong akan terpapar virus corona.

Namun demikian, HKU juga memprediksi, bahwa pada Minggu depan akan menjadi momen puncak angka pertambahan kasus baru harian.

Situasi seperti dalam prediksi tersebut sulit dihindari, meskipun Hong Kong merencanakan akan memberlakukan lockdown pada akhir Maret. Pasalnya laju percepatan penularan pada transmisi lokal celahnya sudah terbuka sangat lebar dan sulit untuk dikembalikan ke kondisi semula.

Memerlukan waktu dalam periode tertentu untuk memulihkan kondisi.[]

 

 

Advertisement
Advertisement