February 25, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hong Kong Akan Mengganti Pengasuh Lansia Dengan Robot

2 min read

HONG KONG – Populasi lansia di negara seperti Hong Kong termasuk tinggi. Keberadaan pengasuh dalam keseharian hidup para lansia, semakin hari semakin diperlukan. Pengasuh atau perawat banyak yang berasal dari kalangan pekerja rumah tangga asing yang telah diupgrade skillnya hingga profesional perawat lansia.

Tingginya permintaan akan keberadaan pengasuh, situasi pandemi, serta resiko-resiko lainnya membuat otoritas Hong Kong kepikiran untuk menggantikan peran mereka dengan robot.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kesehatan dan Makanan, Sophia Chan dalam keterangan persnya kemarin (26/01/2021).

Chan menyatakan, ada robot jenis tertentu dapat merawat orang sakit atau lanjut usia.

Dikatakannya, robot jenis humanoid yang telah diluncurkan sejak 2016 silam tersebutlah yang saat ini sedang digadang-gadang menggantikan peran manusia yang bekerja sebagai perawat lansia dan orang sakit.

Terlebih, perusahaan yang memproduksi robot tersebut menyampaikan visi barunya akan memproduksi secara masal di akhir tahun ini.

Hanson Robotics, nama perusahaan tersebut, yang memiliki basis di Hong Kong mengatakan empat model, termasuk Sophia, akan mulai diluncurkan dari pabrik pada paruh pertama tahun 2021, tepat ketika para peneliti memperkirakan pandemi akan membuka peluang baru bagi industri robotika.

“Dunia Covid-19 akan membutuhkan lebih banyak otomatisasi untuk menjaga keamanan orang,” kata pendiri dan kepala eksekutif David Hanson dikutip dari Reuters, saat berdiri dikelilingi oleh kepala robot di labnya.

Hanson percaya solusi robotik untuk pandemi tidak terbatas pada perawatan kesehatan, tetapi juga dapat membantu pelanggan di industri seperti ritel dan maskapai penerbangan.

“Robot Sophia dan Hanson unik karena sangat mirip dengan manusia. Itu bisa sangat berguna selama masa-masa ketika orang-orang sangat kesepian dan terisolasi secara sosial,” jelasnya.

Hanson mengatakan dia menargetkan untuk menjual “ribuan” robot pada tahun 2021, baik besar maupun kecil, tanpa memberikan angka tertentu.

Profesor robotika sosial Johan Hoorn, yang penelitiannya mencakup penelitian dengan Sophia, mengatakan bahwa meskipun teknologinya masih dalam tahap awal, pandemi dapat mempercepat hubungan antara manusia dan robot.

“Saya dapat menyimpulkan pandemi sebenarnya akan membantu kita mendapatkan robot lebih awal di pasar karena orang mulai menyadari bahwa tidak ada cara lain,” kata Hoorn, dari Universitas Politeknik Hong Kong.

Hanson Robotics meluncurkan robot tahun ini bernama Grace, yang dikembangkan untuk sektor perawatan kesehatan.

Produk dari pemain besar lainnya di industri juga membantu memerangi pandemi. Robot Pepper SoftBank Robotics dikerahkan untuk mendeteksi orang yang tidak memakai masker. Di China, perusahaan robotika CloudMinds membantu mendirikan rumah sakit lapangan yang dijalankan robot selama wabah virus corona di Wuhan.

Penggunaan robot sedang meningkat sebelum pandemi. Menurut sebuah laporan oleh Federasi Robotika Internasional, penjualan robot layanan profesional di seluruh dunia telah melonjak 32% menjadi US$ 11,2 miliar antara 2018 dan 2019.

Beberapa manusia mungkin waspada menempatkan robot dalam peran sensitif seperti itu. Ketika ditanya apakah orang harus takut pada robot, Sophia sudah siap menjawab.

“Seseorang berkata ‘kita tidak perlu takut selain rasa takut itu sendiri’. Apa yang dia tahu?” kata robot itu. []

Advertisement
Advertisement