Imbas Penyebaran Virus Mematikan, Singapura Perketat Pemeriksaan Pekerja Migran
2 min read
JAKARTA – Singapura mengambil langkah antisipatif menyusul merebaknya wabah virus Nipah di India dengan memperketat skrining kesehatan di bandara serta meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran dari Asia Selatan. Badan Pengendalian Penyakit Menular Singapura (Communicable Diseases Agency/CDA) menyatakan akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh bagi penumpang yang tiba dari wilayah terdampak. Kebijakan ini dilakukan seiring pemantauan ketat terhadap perkembangan wabah di Benggala Barat.
“CDA memantau secara ketat wabah infeksi virus Nipah di Benggala Barat, India. Ini merupakan wabah virus Nipah ketujuh di India sejak 2001,” demikian pernyataan resmi CDA pada Rabu 28 Januari 2026 yang dikutip Antara dari Sputnik Kamis 29 Januari 2026.
“Kami akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang tiba dari daerah terdampak,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain pengetatan di bandara, Kementerian Tenaga Kerja Singapura (Ministry of Manpower/MOM) juga mengambil langkah pencegahan tambahan dengan memperkuat pengawasan kesehatan terhadap pekerja migran yang baru datang dari kawasan Asia Selatan.
“MOM meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba dari Asia Selatan serta berkoordinasi dengan penyedia layanan kesehatan primer untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata CDA.
CDA menegaskan, Singapura siap menerapkan langkah-langkah tambahan jika risiko epidemiologis dinilai meningkat. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India membantah laporan yang menyebutkan adanya lima kasus virus Nipah di Benggala Barat. Pemerintah India menegaskan bahwa hingga kini hanya dua kasus yang telah dikonfirmasi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memasukkan virus Nipah sebagai salah satu patogen paling berbahaya di dunia karena tingkat fatalitasnya yang tinggi serta ketiadaan vaksin maupun pengobatan khusus. Virus ini umumnya menular dari kelelawar buah ke manusia, baik secara langsung maupun melalui konsumsi buah yang terkontaminasi, serta dapat ditularkan melalui hewan perantara. []
