July 3, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Indonesia Butuh 600 Ribu Pekerja Digital

2 min read

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny (Menkominfo) G. Plate menyatakan, di tengah laju peningkatan kebutuhan talenta digital yang signifikan, terdapat kesenjangan talenta digital dan peluang kerja. Dia menyontohkan, di kawasan Asia Pasifik, lebih dari 50% CEO menemui kesulitan untuk merekrut talenta digital dengan keterampilan yang tepat.

“Diproyeksikan pada tahun 2030 akan terjadi kekurangan sebanyak 47 juta talenta digital di kawasan ini. Di level nasional, tercatat setidaknya 50% dari tenaga kerja kita baru memiliki keterampilan digital tingkat dasar dan menengah. Sedangkan mereka dengan keterampilan digital tingkat lanjutan merepresentasikan kurang dari 1% dari angkatan kerja kita,” kata Johnny dalam keterangannya, Rabu (18/05/2022).

Johnny menegaskan, transformasi digital nasional terus diupayakan di berbagai lini kehidupan. Menurutnya, intensifikasi transformasi digital berimplikasi pada peningkatan kebutuhan talenta digital.

“Talenta-talenta digital inilah yang akan menjadi navigator utama penggerak ekosistem digital. Saat ini, setidaknya Indonesia membutuhkan 600.000 talenta digital setiap tahunnya,” ujarnya .

Johnny menegaskan, kesenjangan talenta digital tersebut harus disikapi dengan serius, terlebih lagi cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang kompetitif di kancah global. Namun demikian, selain melihat kebutuhan talenta digital sebagai tantangan, Indonesia juga perlu menilik potensi digital yang dimiliki saat ini.

“Indonesia menjadi rumah bagi 2.229 startup atau terbanyak kelima di dunia, bahkan kita juga memiliki satu startup decacorn dan 8 startup unicorn inovasi anak bangsa,”ujarnya.

Selain itu, potensi valuasi ekonomi digital indonesia juga diproyeksikan mencapai Rp4.531 triliun atau setara dengan US$315,5 miliar pada 2030. Oleh karena itu, dia menegaskan, Indonesia sebagai bangsa besar perlu mengedepankan optimisme.

“Kita patut optimis dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki, kita harus mampu menjadi generasi inisiator, inventor, dan inovator yang dapat memanfaatkan peluang era digital untuk kemajuan bangsa,” ucap dia.

Sebelumnya, Johnny mengatakan Kemenkominfo menggelar program digital talent scholarship (DTS) dan digital leader academy (DLA) untuk memenuhi kebutuhan talenta digital andal.

Program ini, jelas Johnny, akan menjangkau 200.000 milenial dengan kurikulum untuk mencapai kecerdasan digital tingkat menengah atau intermediate digital skills yang dilakukan di tujuh akademi.

Adapun tujuh akademi tersebut antara lain Fresh Graduate Academy, Digital Entrepreneurship Academy, Talent Scouting Academy, Government Transformation Academy, Temathic Academy, Professional Academy, dan Vocational School Graduate Academy. []

Advertisement
Advertisement