April 22, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Jahe Merah, Rahasia Alami yang Membuat Pria Lebih Perkasa dan Meningkat Kesuburannya

4 min read

JAKARTA – Jahe adalah salah satu jenis rimpang yang sangat populer di tanah air. Salah satu jenis jahe yang banyak diminati saat ini adalah jahe merah.

Jahe merah memiliki rasa yang pedas dan hangat. Jahe merah biasanya dikonsumsi dengan cara diseduh dengan air panas.

Jahe merah kaya akan kandungan minyak atsiri. Terkenal lebih pedas dari jahe biasanya ini memiliki nama latin Zingiber officinale varietas Rubrum.

Melansir dari buku berjudul Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, karya Arief Hariana, jahe merah mengandung gingerol, limonene, aspartic, caprylic acid, capsaicin, chlorogenic acid, dan farnesol.

Tidak hanya itu jahe merah memiliki efek farmalogis memperlambat proses penuaan dan merangsang regenerasi sel kulit.

Campuran jahe merah dan madu sangat baik untuk pengobatan alami. Perpaduan keduanya memberi senyawa dan vitamin yang lengkap untuk asupan tubuh.

Berbeda dari jahe pada umumnya, jahe merah memiliki ukuran lebih kecil, lebih pedas, dan identik sebagai bahan minuman dan bahan obat.

Dilansir dari Merdeka.com, jahe merah mengandung senyawa bermanfaat seperti shogaol, gingerol, zingeron, dan masih banyak lagi. Lengkapnya zat aktif yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, tak heran manfaat jahe merah dan madu menjadi ramuan yang sangat digemari.

Berikut beberapa manfaat jahe merah dan madu untuk kesehatan, dikutip dari Merdeka.com.

  1. Rematik

Dilansir dari Doktersehat, jahe merah memiliki kandungan yang mampu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

Rebus rimpang jahe merah bersama temulawak, cabe jawa, kumis kucing dan daun komfrey hingga mendidih. Minum dua kali sehari, air rebusan diaduk bersama madu dengan takaran sesuai selera.

 

  1. Mual

Melansir dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), jahe merah dapat meredakan mual dan muntah setelah operasi, serta pasien kanker yang menjalani kemoterapi.

Sangat efektif mengurangi rasa mual yang berhubungan dengan kehamilan, seperti morning sickness.

 

  1. Antioksidan

Karena memiliki senyawa antioksidan alami, jahe merah plus madu bermanfaat dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Bila sering terpapar tanpa ada penanganan sama sekali, radikal bebas bisa menimbulkan berbagai penyakit. Misalkan penyakit kardiovaskular, rheumatoid arthritis, penuaan dini, rambut rontok, katarak dan kanker.

 

  1. Nyeri Otot

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh NCBI, mengonsumsi 2 gram jahe per hari, selama 11 hari, secara signifikan mengurangi perkembangan nyeri otot sehari-hari secara bertahap. Efek ini diyakini dimediasi oleh sifat anti-inflamasi. Termasuk nyeri otot akibat olahraga.

 

  1. Nyeri Haid

Nyeri haid, baik menjelang menstruasi, hingga selesai haid, sering dialami wanita di sekitar abdomen atau bagian bawah perut. Ramuan jahe merah dan madu mampu mengatasi nyeri haid.

 

  1. Kesuburan Pria

Kandungan minyak atsiri yang memiliki efek afrodisiak dapat mengatasi keluhan bagian reproduksi pria secara alami.

Afrodisiak termasuk zat kimia yang bisa merangsang seksual pria, dengan melancarkan sirkulasi aliran darah dalam tubuh. Sehingga baik dalam ereksi saat hendak berhubungan intim. Selain itu, kandungan antioksidannya bisa meningkatkan jumlah tstosteron.

 

  1. Pencernaan

Dikutip dari Deltomed, komponen aktif zingeron pada jahe merah dapat menghambat enzim pemicu radang pencernaan. Sehingga baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.

 

  1. Diet

Jahe merah dan madu bisa membantu mengurangi berat badan saat program diet sehat. Ekstrak jahe merah sebagai suplemen makanan bermanfaat bila dikonsumsi setiap hari. Memberikan efek kenyang yang lebih lama pada perut dan juga bagus untuk membakar kalori.

 

  1. Nyeri Sendi

Efek anti inflamasi dari jahe merah dan madu dapat membantu mengatasi osteoartritis. Ini melibatkan degenerasi sendi di tubuh, yang menyebabkan gejala seperti nyeri sendi dan kekakuan.

Melalui uji coba terkontrol yang dirilis oleh NCBI, mengonsumsi ekstrak jahe mengalami lebih sedikit rasa sakit. Serta membutuhkan lebih sedikit obat penghilang rasa sakit.

 

  1. Diabetes

Penelitian ini relatif baru, tetapi jahe mungkin memiliki sifat anti-diabetes yang kuat. Sebuah studi tahun 2015 yang dipublikasikan NCBI, dari 41 peserta dengan diabetes tipe 2, 2 gram bubuk jahe per hari menurunkan gula darah puasa sebesar 12 persen.

 

  1. Jerawat

Jahe merah campur madu mampu menghilangkan jerawat. Caranya, bersihkan wajah terlebih dahulu, kemudian parut halus jahe merah secukupnya dan campurkan dengan madu. Oleskan tipis pada bagian tubuh. Tunggu sebentar, lalu bilas hingga bersih.

 

  1. Batuk Kering Menahun

Jahe merah mengandung minyak atsiri yang bisa meredakan batuk. Caranya, makan jahe merah ukuran kecil secara langsung tiga kali sehari. Kunyah jahe merah sampai lembut dan menelan air jahe merah.

 

  1. Asam Urat

Jahe merah bermanfaat sebagai obat herbal untuk asam urat sebab jahe merah mampu mengurangi peradangan sendi serta membuang tumpukan asam urat dengan melancarkan sirkulasi darah.

Dilansir dari Tribunnews.com, hasil penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Scientific and Technology tahun 2017 menyatakan, kompres jahe merah bisa mengurangi rasa nyeri asam urat untuk lansia bila dilakukan secara rutin.

 

  1. Sakit Pinggang

Sakit pinggang muncul karena banyak faktor, salah satunya adalah duduk terlalu lama dengan posisi yang tidak nyaman.

Melansir dari buku berjudul Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit, jahe merah efektif mengobati sakit pinggang. Caranya, rebus 30 gram temulawak, 30 gram jaher merah, 30 gram kumis kucing, 20 gram meniran, dengan 800 ml air.

Rebus sampai mendidih dan menyisakan air sekitar 300 ml. Setelah itu dinginkan dan saring, minum dua kali sehari.  []

Advertisement
Advertisement