April 18, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Jangan Lewat Jalan Ilegal, Negara Sudah Menjamin yang Berminat Menjadi PMI dengan Perlindungan dan Jalan Legal

3 min read

JAKARTA – Target pencegahan praktek penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia yang dilakukan sindikat, berhasil dibendung Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Di bawah kepemimpinan Benny Rhamdani, selaku Kepala BP2MI agenda literasi melalui sosialisasi dilakukan berkala.

“Alhamdulillah kegiatan sosialisasi kali ini berjalan sesuai rencana, dan kegiatan ini amat penting dilaksanakan untuk masyarakat Ciparay, Kabupaten Bandung. Terima kasih kami sampaikan kepada BP2MI, yang hadir dan memberi support penuh atas kegiatan ini. Terutama untuk Kepala BP2MI, Pak Benny Rhamdani. Harapan kami sosialisasi ini membangun kesadaran masyarakat agar tidak mengikuti penempatan ilegal dalam proses bekerja ke Luar Negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia,” ujar Ketua panitia pelaksana sosialisasi, Wisnu Budi Irawan, saat menyampaikan laporan, di Puri Laswi Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu, (26/12/2023).

Kegiatan yang dihadiri ratusan orang peserta itu juga memberi kesempatan kepada Ketua Yayasan Sawung Awi, Kang Deden, dan Kapolsek Ciparay, Iptu. Deden Novianto Setiadi, untuk menyampaikan sambutan. Menurut Iptu Deden, pencegahan terhadap pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang terus dilakukannya. Pihaknya mengajak masyarakat aktif menginformasi jika ada kegiatan warga yang mencurigakan terkait sindikat.

“Kami juga telah menjalankan perintah Kapolres, melalui Kapolda, dan juga Kapolri yang kaitannya dengan praktek pencegahan TPPO. Sudah ada yang berhasil kami amankan karena berencana bekerja ke Luar Negeri melalui jalur yang tidak resmi. Apa yang dilakukan BP2MI dalam sosialisasi ini sangat penting. Mari kita dukungan aksi yang dilakukan ini,” ujar Iptu. Deden.

Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tentang Pekerja Migran Indonesia dengan sub tema: Indonesia bergerak lawan Sindikat TPPO ini dihadiri Kepala BP2MI, dan jajarannya.

Benny menyampaikan kelebihan bekerja ke Luar Negeri secara resmi, dan bahaya penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia.

“Saya menyampaikan kabar gembira tentang besaran gaji jika masyarakat mau, berminat bekerja ke Luar negeri. Dan harus bekerja secara resmi. Bagi calon Pekerja Migran Indonesia tidak dipungut biaya, tak ada agunan. Negara meminjamkan yang kepada warga yang akan bekerja ke Luar Negeri. BP2MI hadir untuk memfasilitasi masyarakatnya, tidak ada pungutan atau potongan biaya macam-macam,” ujar Benny.

Berangkat secara ilegal, itu resikonya sangat berat bagi Pekerja Migran Indonesia, tambah Benny. Karena banyak perlakuan jahat, sikap diskriminasi terhadap anak-anak bangsa terjadi. Negara kesulitan memberikan perlindungan dan proteksi. Dalam rangka mencegah penempatan gelap Pekerja Migran Indonesia semua komponen masyarakat harus ambil bagian memusuhi sindikat.

“Mereka diberangkatkan secara tidak resmi banyak yang mengalami penganiayaan. Untuk itu, bila bekerja ke Luar Negeri harus melalui mekanisme negara. BP2MI memberi peluang, memfasilitasi calon Pekerja Migran Indonesia agar tidak dibebankan pungutan liar,” kata Benny.

Bahkan kata Benny, sekarang negara memberikan perlakuan hormat pada para Pekerja Migran Indonesia. Lihat saja, Pekerja Migran Indonesia yang diberangkatkan ke Luar Negeri dengan cara mengangkat derajat mereka. Sebelum berangkat, Pekerja Migran Indonesia yang mengikuti program G to G menginap di hotel mewah. Dan biayanya ditanggung negara, tidak dibebankan pada Pekerja Migran Indonesia.

“Pekerja Migran Indonesia yang mau berangkat bekerja ke Luar Negeri tidak perlu antrian saat berada di bandara. Karena mereka sudah punya jalur khusus, Pekerja Migran Indonesia benar-benar diistimewakan negara. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini yang perlu terus kita sosialisasikan agar masyarakat, terlebih warga Pekerja Migran Indonesia atau calon Pekerja Migran Indonesia mengetahuinya. Negara juga meluncurkan perumahan rumah bersubsidi bagi Pekerja Migran Indonesia yang akan dilaunching tahun 2024,” kata Benny.

Sekadar diketahui, yang mendampingi Kepala BP2MI adalah Deputi, I Ketut Suwardana, Karo Hukum dan Humas, Hadi Wahyuningrum, Kepala Pusdatin, Yana Anusasana, Kepala Biro SDMO, dan Kepala BP3MI Jawa Barat, Kombes. Pol. Mulia Nugraha. Sosialisasi ini juga dirangkaikan dalam rangka momentum Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) 2023.

Selain itu, hadir pula para Kepala Desa se-Kecamatan Ciparay. Aktivis lingkungan dan alumni SMA KP Ciparay, warga Balai Endah, Cipitu, dan Pacet. Pengurus Yayasan Sawung Awi, Danramil Ciparay, Kapten Infantri Aang Purtoni, dan Sekretaris Kecamatan Ciparay, Zaenal Mutakin, Kepala Desa Cikoneng Ciparay dan Ketua APDESI, H. Dedy M. Bram.  []

Advertisement
Advertisement