Jangan Panik, Jangan Bingung, Beda Lockdown dan Membatasi Akses Karena Wabah Corona

Prime Banner

MADIUN – Kondisi penyebaran wabah virus corona di beberapa kawasan di Indonesia membuat banyak warga  menjadi panik. Ironisnya, kepanikan tersebut sering tidak didukung dengan pengetahuan dan informasi yang tepat, terutama terkait dengan corona knowledge.

Corona Knowledge penting untuk dimengerti, bukan hanya darimana asalnya, melainkan lebih pada bagaimana virus tersebut menyebar dan bagaimana cara menanggulanginya. Lebih kongkrit lagi, bagaimana cara menjalani hidup di tengah ancaman wabah corona.

 

Tak Selalu Diawali Demam, Kenali Gejala Infeksi Virus Corona Menyerang Anda

 

Beberapa kali muncul perbedaan pemahaman di tengah-tengah masyarakat terkait dengan istilah lockdown dan pembatasan akses.

Kata lockdown memang terkesan ekstrim. Pasalnya, kebanyakan yang mendengar kata lockdown karena corona, tentu akan berkonotasi pada kondisi di Wuhan China atau beberapa kawasan di Korea Selatan.

Lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona selama ini dilakukan untuk sebuah kawasan (kota, provinsi, atau wilayah teritorial tertentu) dengan benar-benar menutup semua pintu masuk dan keluar dari kawasan yang dimaksud.

 

Lockdown 13 Kota, 30 Juta Orang Terancam Terisolasi karena Virus Corona

 

Sedangkan membatasi akses karena sebaran virus corona, adalah dengan mengurangi aktifitas-aktifitas serta menutup/menghentikan/meniadakan beberapa kegiatan baik pekerjaan, pendidikan, maupun kegiatan lainnya yang melibatkan berkumpulnya banyak orang dalam jarak dekat dalam durasi waktu tertentu.

Dalam pantauan ApakabarOnline.com, Solo, sebuah terotori yang pertama kali menyatakan kondisi luar biasa (KLB) corona, hingga saat ini tidak melakukan lockdown. Yang dilakukan adalah membatasi akses. Sempat ada yang menyebut semi lockdown.

Begitu juga dengan kawasan-kawasan lainnya di Indonesia yang menyatakan kondisi serupa. []

You may also like...