December 7, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Janji Allah Dibalik Ujian dan Musibah

3 min read

JAKARTA –  Ujian dan cobaan hidup dari Allah Ta’ala tidak hanya berupa musibah atau kesengsaraan. Namun ada kalanya berupa kelapangan dan kenikmatan.

Bisa berupa sehat maupun sakit, bisa juga berupa kekayaan maupun kemiskinan. Beberapa surat dalam Al-Qur’an juga disebutkan tentang ujian yang datangnya dari Allah Ta’ala, baik ujian kesenangan maupun kesulitan.

Melansir Republika.co.id, janji tersebut terdapat dalam banyak hadis. Lima hadis berikut ini mengisyaratkan hikmah dari ujian kesulitan yang dialami seorang Muslim, yaitu sebagai berikut:

 

  1. Menghapus dosa

Dari Abu Hurairah berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Ujian senantiasa menimpa orang mukmin pada diri, anak dan hartanya hingga dia bertemu Allah dengan tidak membawa satu kesalahan pun atasnya.” (At Tirmidzi).

 

  1. Tanda cinta Allah Ta’ala

Abu Hurairah berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan, maka Dia akan mengujinya.” ( HR Bukhari).

 

  1. Tanda orang beriman

Dari Abu Hurairah radliyallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan orang mukmin adalah bagai dahan tumbuhan yang daunnya miring sesuai tempat datangnya angin, namun jika telah tenang, dahan itu bisa kembali lurus.

Demikian pula seorang mukmin, terkadang dalam keadaan miring karena ujian. Sebaliknya perumpamaan orang kafir bagaikan pohon padi yang lurus dan keras, sehingga Allah (dengan mudah) mematahkannya kapan saja sekehendak-Nya.” (Bukhari).

 

  1. Tanda kebenaran

Dari Mush’ab bin Sa’d dari Bapaknya berkata, “Saya bertanya; “Wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab; “Para Nabi, lalu orang-orang saleh, kemudian orang yang paling mulia dan yang paling mulia dari manusia. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya kuat maka akan ditambah ujiannya, dan jika agamanya lemah maka akan diringankan ujiannya. Tidaklah ujian itu berhenti pada seorang hamba sampai dia berjalan di muka bumi tanpa mempunyai dosa.” (Ahmad).

 

  1. Membersihkan dosa

Dari Anas berkata, “Rasulullah  bersabda: “Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, maka Allah menyegerakan hukumannya di dunia, dan apabila Allah menghendaki keburukan kepada hamba-Nya maka Allah menahan dosanya sehingga dia terima kelak di hari kiamat.” (At Tirmidzi).

 

Bersabar Dalam menghadapi ujian

Kesabaran hanya dimiliki oleh segelintir orang, mereka yang hatinya senantiasa tenang dan meyakini benar bahwa setiap kejadian adalah atas seizin Allah Ta’ala.

Melansir Muslim.okezone.com, dalam Al-Qur’an Surah An Nahl ayat 96, inilah janji Allah bagi hamba-Nya yang sabar menghadapi segala ujian.

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Gusti Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl 96).

Allah juga  berfirman:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al Baqarah 155-157)

Dari ayat-ayat tersebut, mengandung makna bahwa tidak semua orang bisa sabar menghadapi musibah. Karena itulah mengapa kesabaran itu amat mahal harganya.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Ada hal yang tidak sembarangan diberikan Allah kepada kamu sekalian manusia, yaitu hati yang penuh keyakinan dan teguh kesabaran. Siapa saja yang beruntung diberi dua anugerah itu, pasti dia tidak akan peduli dengan apapun yang tidak dimilikinya, kecuali salat malam dan puasa di siang hari.”  []

Advertisement
Advertisement