September 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kapal Yang Ditumpangi Karam, 15 PMI Ilegal Meninggal 11 Hilang

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

Johor Baru – Sebuah kecelakaan kapal bot yang memakan korban jiwa kembali terjadi di wilayah perairan Batu Layar, Sungai Rengit, Kota Tinggi, Sabtu malam (23/07). Kapal bot berbahan material kayu tersebut awalnya mengangkut 60 penumpang yang seluruhnya PMI Ilegal di Malaysia. Mereka bertolak dari kawasan Sungai Rengit hendak berlayar menuju Batam Kepri. Namun, baru beberapa mil kapal bergerak, saksi korban menuturkan kepada koresponden Apakabaronline.com, datang sebuah ombak besar yang tingginya mencapai 2 meter menghantam kapal sarat penumpang tersebut.

image
Kapal Boot berbahan kayu yang terbalik terdampar di pantai Batu Layar. Diatas kapal ini, 60 PMI Ilegal diangkut menuju Batam Kepri. Foto Kepolisian DRM Daerah Kota Tinggi/Ilham

“Kapal yang kami tumpangi mengalami mati mesin setelah dihantam ombak besar. Tidak lama kemudian, kapal kehilangan keseimbangan, lalu terbalik. Seluruh penumpang terhambur di lautan” tutur salah seorang saksi korban yang saat ini berada di rumah detensi imigrasi Kota Tinggi.

Sementara itu, warga kampung di kawasan pantai Batu Layar yang pertama kali mengetahui insiden ini menuturkan bahwa pertama kali mereka mengetahui dari suara teriakan meminta tolong sekira jam 9-an malam. Setelah beberapa warga bergerak mencari asal suara, beberapa korban selamat menyampaikan bahwa ada puluhan teman mereka terapung-apung diatas laut setelah kapal yang mereka naiki terbalik.

Sembari memberikan bantuan darurat, warga kampung melaporkan kejadian tersebut pada Polisi Diraja Malaysia. Tak lama berselang, beberapa personil Polisi dari distrik Kota Tinggi datang ke lokasi disusul dengan tim SAR dan angkatan laut Diraja Malaysia.

Proses Evakuasi Korban selamat Kapal Karam
Proses Evakuasi Korbaan Selamat, penumpang kalap kayu yang karam. Foto Ilham

Mereka langsung melakukan upaya pencarian dan evakuasi terhadap korban yang ditemukan baik yang dalam kondisi selamat maupun yang telah meninggal dunia. Korban yang selamat sebanyak 34 orang PMI. 26 orang berjenis kelamin laki-laki, dan 8 orang berjenis kelamin perempuan.  Korban yang ditemukan meninggal dunia sampai saat berita ini diturunkan (28/07) sebanyak 15 orang dan sisanya sebanyak 11 orang masih dinyatakan hilang.

Kepala Polisi Daerah Kota Tinggi, Superitendan Rahmat Othman, menyatakan dari seluruh korban yang berhasil dievakuasi, baik yang selamat maupun yang meninggaal, hanya 3 orang yang memiliki identitas paspor.

Menurut keterangan saksi korban, mereka dipungut bayaran sebesar RM 800 (setara RP 2,5 juta) per orang untuk bisa menaiki kapal tersebut oleh seorang tekong pemilik kapal. Uang yang telah dibayarkan hilang, bahkan sebagian harta benda mereka juga turut hilang, rencana pulang ke kampung halaman tinggaal angan-angan.

Kasus ini masih dalam penanganan Kepolisian Daerah Kota Tinggi, dan rencananya akan segera dilimpahkan ke KBRI Kuala Lumpur untuk penanganan lebih lanjut. [Asa/Ilham]

Advertisement
Advertisement