October 1, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kebakaran, Kekeringan, Kemarau Panjang Hingga Fitnah Akhir Zaman

3 min read

JAKARTA – Fenomena kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan dan kelangkaan air kerap dikaitkan masyarakat dengan tanda-tanda akhir zaman.

Dalam sejumlah hadits, Rasulullah SAW memang menyebutkan kondisi kekeringan ekstrem dan kelaparan hebat sebagai salah satu fitnah atau cobaan menjelang munculnya Dajjal, yang termasuk tanda-tanda besar Hari Kiamat.

Berikut rujukan hadits lengkap mengenai kekeringan sebagai tanda kemunculan Dajjal.

Hadits Mengenai Kemarau Panjang Sebelum Dajjal Muncul

Melansir detikhikmah.com, Jumat (25/9/2026), menjelang kemunculan Dajjal, bumi diprediksi mengalami kemarau panjang dan kekeringan, seperti yang dijelaskan dalam buku Fitnah & Petaka Akhir Zaman karya Abu Fatiah al-Adnani melalui sabda Rasulullah SAW berikut.

Artinya: “Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu tiga tahun yang sangat sulit, dimana pada waktu itu manusia akan ditimpa oleh kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanamannya. Kemudian Allah memerintahkan kepada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanam tanamannya. Kemudian pada tahun ketiga darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, lalu ia tidak meneteskan setitik airpun dan memerintahkan bumi agar menahan seluruh tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijau pun dan semua binatang berkuku akan mati kecuali yang tidak dikehendaki Allah. Para sahabat bertanya, “Dengan apa manusia akan hidup pada saat itu?” Beliau menjawab, “Tahlil, takbir dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan.” (HR. Ibnu Majah)

Fitnah Dajjal yang Disebutkan dalam Hadits

Ibnu Katsir dalam bukunya Huru-hara Kiamat dan Mahir Ahmad Ash-Syufiy dalam Tanda Kiamat Besar menerangkan bahwa Dajjal akan menebar fitnah penyesatan bagi umat manusia saat kemunculannya.

Di antara bentuk fitnah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mengaku sebagai Nabi dan Tuhan
Dalam Shahih Muslim, Abu Hurairah RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Kiamat takkan terjadi sebelum dibangkitkannya para Dajjal, yakni para pendusta (yang jumlahnya) hampir tiga puluh orang. Masing-masing mengaku dirinya utusan Allah.” (HR. Muslim)

Masih dari Shahih Muslim, Tsauban meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Dan sesungguhnya akan muncul di kalangan umatku tiga puluh orang pendusta, masing-masing mengaku dirinya nabi, padahal aku adalah penutup para Nabi, tidak ada lagi nabi sesudahku….” (HR. Muslim)

2. Membawa Surga dan Neraka
Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, aku sampaikan kepadamu sekalian sebuah berita mengenai Dajjal, yang tak pernah disampaikan oleh seorang nabi pun kepada kaumnya. Sesungguhnya Dajjal itu picak, dan sesungguhnya dia akan datang membawa semisal surga dan neraka. Yang dia katakan surga itu sebenarnya neraka. Dan sesungguhnya aku memperingatkan kamu sekalian mengenai Dajjal, seperti halnya yang dilakukan Nuh kepada kaumnya,” (HR. Muslim)

3. Menjelajahi Seluruh Bumi kecuali Makkah dan Madinah
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap negeri pasti dipijak oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Membunuh Seorang Pria Muslim dan Menghidupkannya Kembali
Dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW menceritakan kepada kami sebuah cerita tentang Dajjal, “Dajjal tiba, tetapi dia terhalang memasuki pintu gerbang Madinah. Kemudian dia singgah di beberapa tanah bergaram yang berada di sekitar Madinah. Pada hari itu juga, seorang pria yang tergolong manusia terbaik berangkat mendatangi Dajjal dan berkata, ‘Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang diceritakan oleh Rasulullah saw. dalam hadis.’ Kemudian Dajjal berkata kepada para pengikutnya, ‘Bagaimana menurut kalian jika aku bunuh orang ini, lalu aku hidupkan kembali, apakah kalian masih meragukanku?’ Mereka menjawab, “Tidak.’ Dajjal pun membunuh pria itu, lalu menghidupkannya kembali. Kemudian pria itu berkata, ‘Demi Allah, sebelum ini terjadi, mata hatiku tidak seyakin saat ini bahwa kamu memang benar-benar Dajjal. Kemudian Dajjal akan membunuhnya lagi, tetapi dia tidak bisa menguasainya.” (HR Bukhari)

5. Meminta Bantuan Setan
Dari Abu Umamah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Salah satu fitnah (cobaan) Dajjal adalah dia berkata kepada orang badui, ‘Bagaimana menurutmu jika aku membangkitkan kembali ayah dan ibumu yang telah mati, apakah kamu mau bersaksi bahwa aku adalah tuhanmu?’ Si badui menjawab, “Ya.’ Lantas setan menyerupai ayah dan ibunya dan berkata, ‘Wahai anakku, ikutilah dia karena dia adalah tuhanmu.” (HR Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Hakim). []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply