June 16, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kekeringan dan Krisis Air Bersih di Malang Meluas ke Sembilan Kecamatan

2 min read
Warga Kabupaten Malang mengantre air bersih, krisis air bersih meluas ke sembilan kecamatan (Foto Istimewa)

Warga Kabupaten Malang mengantre air bersih, krisis air bersih meluas ke sembilan kecamatan (Foto Istimewa)

MALANG – Situasi musim kemarau disertai dengan kondisi mengeringnya sumber sumber air bersih yang biasa digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari di kawasan Kabupaten Malang saat ini semakin meluas.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sudah melakukan dropping air bersih ke beberapa desa. Sejak pekan lalu, sudah ada dua desa yang mendapat pasokan air bersih. Yakni warga Desa Klampok, Kecamatan Singosari dan Desa Jabung, Kecamatan Jabung. Untuk dua desa tersebut, BPBD Kabupaten Malang mengalokasikan sebanyak 30.000 liter air bersih.

“Dropping air sudah memasuki hari keempat. Tepatnya di Dusun Sumbul, Desa Klampok dan Dusun Gunung Kunci, Desa Jabung. Mereka juga telah mengajukan permohonan dropping air bersih sejak beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, kemarin (04/09/2023).

“Per hari, kami memberikan sekitar 15.000 liter air per dusun dengan mengerahkan dua unit tangki,” imbuhnya. Sadono menjelaskan, dropping air tersebut akan terus dilakukan hingga masa darurat air bersih di Kabupaten Malang berakhir.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, dua daerah tersebut sebelumnya telah membuat laporan terkait kekurangan air. Setelah melalui survei, saat ini, telah mendapat suplai air dari Pemkab Malang.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Malang juga telah melakukan survei di Desa Sumberagung dan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumawe yang juga mengalami kekurangan air. Apalagi kecamatan tersebut juga termasuk ke dalam sembilan kecamatan rawan bencana kekeringan. Selain Singosari, Jabung dan Sumawe, kecamatan lain yang rawan kekeringan adalah Donomulyo, Gedangan, Pagak, Sumberpucung, Kalipare, dan Lawang.

Menurut Sadono, pemicu kekeringan dipastikan karena kemarau panjang. Kemudian berdampak kepada sumber mata air yang mati. Sedangkan, masyarakat bergantung dengan resapan air hujan. Misalnya Desa Klampok. Sehingga, ketika musim kemarau, air akan mati hingga warga kekurangan air bersih.

Menanggapi hal tersebut, Camat Singosari Agus Nuraji mengatakan, kekeringan di Dusun Sumbul RW 7 dan RW 8 memang rutin terjadi setiap tahun. Sehingga, untuk mengatasinya, Kecamatan Singosari rutin memberikan suplai air bersih ke warga Dusun Sumbul. “Kami juga bersurat kepada BPBD dan dinas lainnya untuk permohonan dropping air bersih,” pungkasnya. []

Sumber Radar Malang

Advertisement
Advertisement