Keluarga PMI dan Purna PMI Dilatih Digital Marketing dalam Workshop Kewirausahaan
3 min read
JAKARTA – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung mencatatkan kinerja positif dalam bidang penempatan, pelindungan, dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia sepanjang tahun 2025. Berbagai program strategis yang dijalankan, mulai dari penempatan dan pelindungan hingga pelatihan vokasi serta sosialisasi migrasi aman, berhasil menjangkau ribuan masyarakat di Provinsi Lampung.
Sepanjang 2025, BP3MI Lampung mencatat penempatan sebanyak 2.603 pekerja migran Indonesia asal Lampung. Penempatan didominasi ke Jepang dengan jumlah 993 orang, sementara selebihnya tersebar ke berbagai negara tujuan lain seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, serta sejumlah negara lainnya.
Tiga daerah penyumbang penempatan terbanyak berasal dari Kab. Lampung Timur, Kab. Lampung Tengah, dan Kab. Lampung Selatan.
Dari sisi perlindungan, BP3MI Lampung memfasilitasi pemulangan 152 pekerja migran Indonesia sepanjang tahun 2025, yang terdiri dari kategori repatriasi, deportasi, sakit, dan meninggal dunia. Selain itu, BP3MI Lampung juga melakukan penanganan hasil pencegahan penempatan non-prosedural terhadap 18 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebagai langkah mitigasi risiko sejak pra-penempatan.
Sebanyak 39 pekerja migran bermasalah yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan juga mendapatkan pendampingan. Total manfaat jaminan sosial yang telah diterima mencapai Rp1.1 milyar.
Pelayanan langsung kepada pekerja migran Indonesia turut diberikan melalui Helpdesk BP3MI Lampung di Bandara Raden Inten II, dengan total 1.448 pekerja migran Indonesia terlayani sepanjang tahun 2025.
Dalam aspek pemberdayaan, BP3MI Lampung menyelenggarakan pelatihan pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi masing-masing 20 purna pekerja migran Indonesia beserta keluarga, serta memberikan dukungan terhadap program KemenP2MI berupa dua Workshop Kewirausahaan dan satu program pengembangan usaha bertema digital marketing bagi pekerja migran Indonesia.
Upaya peningkatan kapasitas CPMI juga dilakukan melalui berbagai pelatihan vokasi, antara lain bidang hospitality, plantation (kelapa sawit), serta pelatihan bahasa Cantonese, Mandarin, dan Bahasa Inggris, dengan total peserta sekitar 460 orang. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Pertanian Lampung, UPA Bahasa Universitas Lampung, serta UPTD BLK Bandar Lampung.
Di bidang edukasi publik, BP3MI Lampung secara aktif melakukan sosialisasi migrasi aman dan peluang kerja luar negeri hingga ke tingkat akar rumput, SMK, dan perguruan tinggi se-Lampung. Sepanjang 2025, tercatat 63 kegiatan sosialisasi yang menjangkau sekitar 5.970 peserta, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, organisasi keagamaan seperti Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pimpinan Wilayah (PWM) Muhammadiyah Lampung, serta komunitas mahasiswa.
Pada aspek kerja sama, BP3MI Lampung juga mencatat kinerja positif melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KP2MI dengan berbagai pemangku kepentingan di Lampung, antara lain Universitas Lampung (Unila), Pemerintah Provinsi Lampung, Institut Teknologi Sumatera (Itera), serta Pemerintah Kab. Lampung Timur.
Secara khusus, kerjasama dengan Pemprov Lampung menghasilkan program kelas migran vokasi yang menjadi pionir dan menjadi rujukan program nasional dan menjadi lebih sempurna dengan ditetapkannya program SMK Go Global yang digagas Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.
Selain kegiatan tatap muka, edukasi publik turut diperluas melalui media online dan elektronik, serta partisipasi dalam berbagai job fair yang diselenggarakan bersama perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Kepala BP3MI Lampung, Mulia Nugraha, menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi antara BP3MI Lampung, pemerintah daerah, lembaga vokasi, dan perguruan tinggi. Kami terus memperluas akses peluang kerja luar negeri yang legal, aman, dan bermartabat bagi generasi muda Lampung, sekaligus memastikan pelindungan pekerja migran Indonesia sejak pra-penempatan hingga purna penempatan,” tegas Mulia, Rabu (07/01/2026).
Mulia menambahkan bahwa penguatan migrasi aman menjadi fokus utama dalam setiap program BP3MI Lampung.
“Selain penempatan, edukasi migrasi aman menjadi prioritas kami. Pencegahan penempatan nonprosedural, penguatan kapasitas CPMI, hingga pendampingan purna pekerja migran Indonesia merupakan bagian dari upaya membangun sistem migrasi yang berkelanjutan dan berpihak pada keselamatan pekerja,” ujarnya. []
