November 24, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kematian yang Mengundang Kecemburuan Banyak Orang

2 min read
Prime Banner

ApakabarOnline.com – Kematian memang tak bisa diprediksi datangnya kapan, di mana, serta sedang apa manusia yang akan dicabut nyawanya. Ada yang sedang bermaksiat, ada juga yang meninggal dalam keadaan baik.

Dalam Islam, kematian saat sedang salat atau melantunkan kalimat syahadat adalah maut yang mulia. Hanya orang-orang beruntung yang ‘pulang’ ke penciptanya dengan kondisi istimewa tersebut.

Kisah seorang muazin di Malaysia yang wafat saat melantunkan azan Subuh adalah salah satunya. Ia meninggal saat melantunkan takbir dan kalimat syahadat yang terkandung dalam azan.

 

 

Awalnya, penghuni sebuah apartemen di Shah Alam merasa ada yang aneh saat azan Subuh dikumandangkan oleh muazin bernama Rosliman yang memang biasa azan di musala tersebut.

“Seluruh penghuni apartment Sri Ixora Seksyen 27 Shah Alam berasa pelik kenapa azan subuh dari Surau Ar-Rayyan pagi ni cuma kedengaran dua rangkap dari kalimah yang mulia (Allahu Akbar dan Ashadu alla illaha illa Allah) dan kemudian terhenti,” tulis akun Twitter @twittervirall.

Kemudian dari pengeras suara juga terdengar kecemasan dan pengumuman agar keluarga muazin yang kebetulan penghuni apartemen turun menuju musala apartemen. Saat itu terlihat ada ambulans datang.

“Setibanya di ruang solat surau, kelihatan sekujur tubuh kaku terbaring di ruang azan. Abang Rosliman atau lebih mesra dengan panggilan Abang Man, telah kembali bertemu PenciptaNya dalam keadaan semua orang beriman impikan,” lanjut akun tersebut.

Abang Man, panggilan akrabnya meninggal saat menyeru kebesaran Tuhannya dan menjadi saksi adanya Rasul utusan Allah SWT. Ia wafat pada hari ketiga dirinya memberanikan diri menjadi muazin di musala tersebut.

Kepergiannya yang indah kemudian banyak ‘dicemburui’ oleh jemaah musala tersebut.

“Moga Allah pilih Abang Man menjadi penghuni Al-Firdaus. Allah Maha Mengetahui,” pungkas akun tersebut.[]

Advertisement