Kerja Berat, Satgas Corona Indramayu Harus Memastikan Kondisi 1500-an PMI yang Pulang Setiap Bulan

Prime Banner

INDRAMAYU – Indramayu, merupakan salah satu kantong pekerja migran di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah yang cukup banyak.

Sejak kali pertama virus corona diumumkan telah menginfeksi warga di Indonesia, seluruh daerah menyiapsiagakan diri melakukan penanganan dan pencegahan. Salah satunya Kabupaten Indramayu.

Sebagai kantong pekerja migran, sudah barang tentu, lalulintas warga dari negara-negara yang masuk kategori rawan virus corona tidak bisa dihindari.

Karena itulah, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akan mengkarantina pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri sebagai upaya menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kami meminta agar mereka (para TKI yang baru pulang) bisa menahan diri, agar tidak keluar dari rumah selama 14 hari,” kata Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat di Indramayu, dikutip dari CNN Indonesia dari Kantor Berita Antara.

Di Indramayu, kata Taufik, setiap bulan ada sekitar 1.500 TKI yang pulang setelah bekerja di luar negeri.

Pemkab Indramayu akan meminta data yang pasti dari BNP2TKI, agar bisa memantau pergerakan TKI yang pulang dari luar negeri sehingga dapat terdeteksi.

“Kita akan minta data dari BNPT2TKI, karena dengan data tersebut, kita bisa pantau pergerakan TKI yang pulang dari luar negeri,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga sudah memerintahkan kepada Camat dan Kepala Desa, agar terus memantau warganya terutama yang baru datang dari luar negeri.

Taufik menambahkan Pemkab Indramayu telah mengintegrasikan petugas kesehatan ketika mendapatkan laporan ada TKI yang baru pulang. TKI tersebut akan segera didatangi untuk diperiksa.

“Kita akan menugaskan petugas dari Puskesmas untuk memeriksa para TKI yang baru datang. Kita akan mendatangi mereka untuk mengecek kondisinya, bukan mereka yang datang,” pungkasnya. []

You may also like...