January 20, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ketika Bupati Lumajang Perang Mulut dengan Bupati Boltim di Sosial Media

2 min read
Bupati Lumajang Cak Thoriq dan Bupati Boltim Sehan Salim (Kolase Foto Istimewa)

Bupati Lumajang Cak Thoriq dan Bupati Boltim Sehan Salim (Kolase Foto Istimewa)

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Sisi lain bantuan rakyat miskin dari sejak jaman baheula, memang selalu diikuti oleh polemik. Kritik dan perbaikan idealnya menjadi mula dari sebuah kemajuan. Namun terkadang, pada tataran cara dan substansi sering dipatahkan dengan narasi “melawan” dan digiring untuk berkonotasi negatif.

Seperti yang sedang viral menjadi pusat perhatian rakyat Indonesia kali ini, Bupati Lumajang yang mengkritik Bupati Bolaang Mongondow Timur melalui sosial media, dibalas dengan kritikan dan pernyataan nyelekit pula.

Masalah ini bermula ketika Bupati Lumajang Thoriqul Haq alias Cak Thoriq tak terima dengan pernyataan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar, yang menyebut menteri kabinet Presiden Joko Widodo bodoh, terkait pembagian bantuan langsung tunai (BLT) korban Covid-19.

Dalam sebuah video yang beredar di berbagai grup WhatsApp, Cak Thoriq menyebut seharusnya Sehan Salim mengingat bahwa masalah Covid-19 ini rumit, sehingga harus diselesaikan dengan tidak saling menyalahkan.

 

https://streamable.com/8prer5

 

“Bupati Bolaang Timur ingat itu. Kerja keras kita semua kerja. Soal ruwet memang ruwet. Kalau sekarang banyak masalah memang banyak masalah, diselesaikan. Jangan menyalahkan menteri dan jangan membodohkan menteri. Jangan-jangan anda yang salah urus,” ujar Cak Thoriq dalam video berdurasi 4 menit 37 detik tersebut.

“Menteri di semua kementerian melakukan yang terbaik. Inovasi program yang turun langsung ke masyarakat. Dana semua transparan dipampang di masjid dan tempat umum. Bila ada yang tidak sesuai dengan kondisi sesungguhnya bisa dievaluasi atau diubah melalui musyawarah desa,” katanya menambahkan.

Tak terima dikata-katai oleh Cak Thoriq, video tandingan di YouTube berjudul ‘Bupati Boltim Tantang Bupati Lumajang Cak Tohriq’ berisi pernyataan Sehan Salim pun beredar.

Dalam video yang berdurasi 3 menit 57 detik itu, Bupati Boltim tidak mau kalah. Ia menyebut di Lumajang banyak peminta-minta, sementara di Boltim tak ada satu pun.

 

https://streamable.com/ix3sd8

 

“Beda dong. Saya bicara regulasi. Yang kedua, dari Menteri Sosial itu rekrutnya gampang. Dalam surat edaran (SE) Menteri Sosial kita diberi kuota 4446. Kita rekrut gampang yang sulit itu untuk menerimakan dipersyaratkan harus membuka rekening,” kata Sehan Salim.

“Lha di situ juga saya protes. Rakyat terima Rp 600 ribu tapi rakyat harus keluarkan uang Rp 250 ribu sampai Rp 450 ribu. Pergi pulang ke bank Rp 200 ribu, buka rekening bank Rp 150, kalau dapat lagi ambil duitnya,” ujarnya menambahkan.

“Untuk Bupati Lumajang anda perlu ingat anda cuma kasih 5 kilo, saya minimal 15 kilo dan saya beri beras premium dan saya tidak potong dari PNS,” kata Salim.

Dia mengaku tidak mau memotong gaji PNS karena itu merupakan hak keluarganya.

“Rasanya lucu saja dengan bupati itu, urus saja rakyatmu. Kalau dengan menteri biarkan saya berdebat dengan menteri supaya ada bantuan dari pusat masak rakyat miskin keluar uang lebih dari separuh,”ujarnya. []

Advertisement
Advertisement