September 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kisah Supianto dan Rusni, Pasangan Suami Istri Mantan PMI yang Menjadi Korban Meninggal Sriwijaya Air

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Supianto dan Rusni, pasangan suami istri asal Pinrang, Sulawesi Selatan. Menjadi korban pesawat Sriwijaya Air, sedang berjuang membangun rumah tangga. Perjalanan cinta mereka pun tidak gampang.

Menukil penelusuran Kabar Makassar.com, Supianto adalah duda asal Pontianak, Kalimantan Barat.

Kemudian menikahi Rusni seorang janda yang memiliki dua orang anak. Rusni warga Menro, Desa Watang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.

Pernikahan mereka pada Desember 2017. Menghasilkan satu orang anak bernama Abida Daniya yang usianya sekitar dua tahun. Abida juga ikut menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Awal perkenalan Supianto dengan Rusni diketahui melalui media sosial Facebook.

Rusni sebelumnya bekerja sebagai PMI di Arab Saudi. Sedangkan Supianto sebagai PMI di Sarawak, Malaysia.

Mereka menjalin kisah asmara jarak jauh melalui media sosial. Hingga memutuskan untuk menikah di kampung halaman Rusni pada tahun 2017.

Salah seorang kakak Rusni, Mustafa (48 tahun) mengatakan, Supianto merupakan seorang mualaf berdarah Tiongkok asal Pontianak.

Kata Mustafa, hubungan cinta antara Rusni dan Supianto sudah terjalin cukup lama. Sehingga mereka mengikat janji untuk menikah kemudian menetap di Pinrang.

“Setelah menikah suami Rusni sempat tinggal di sini satu tahun. Kemudian memutuskan untuk kembali ke Pontianak bekerja. Makanya datanya Supianto tidak ada di sini, setelah menikah dia pergi lagi,” kata Mustafa kepada KabarMakassar.com saat ditemui dirumah korban, Senin (11/1/2021).

Mustafa menambahkan setelah beberapa tahun bekerja, Supianto memutuskan untuk menjemput istri dan anaknya Abida Daniya di Pinrang.

Rencananya Supianto mengajak keluarga kecilnya ke Pontianak adalah untuk memperkenalkan istri dan anaknya kepada keluarganya di sana untuk pertama kalinya.

Karena sejak menikah mereka belum pernah bertemu secara langsung dengan keluarga Supianto.

“Supianto datang menjemput anak dan istrinya untuk pertama kalinya diperkenalkan secara langsung ke keluarganya di Pontianak. Namun, naas Tuhan berkehendak lain,” ungkap Mustafa.

Sekedar diketahui Rusni, perempuan kelahiran Mattagie, 31 Desember 1976 itu, sudah tiga kali berumah tangga. Dari perkawinan pertama, Rusni memiliki anak seorang laki-laki bernama Asriadi (26), sedangkan dari perkawinan kedua ia mamiliki seorang anak perempuan bernama Sri Wahyuni (18).

Sementara perkawinan yang terakhir bersama Supianto memiliki seorang anak perempuan bernama Abida Daniya (2).

Kisah cinta keluarga bahagia ini berakhir dengan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. []

Sumber Kabar Makasar

Advertisement
Advertisement