February 28, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

KJRI Bangun Dialog dengan PMI dan Agensi

2 min read
Informasi Pendaftaran Pemilih

HONG KONG – Banyak upaya dilakukan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong untuk mencari solusi bagi persoalan-persoalan yang kerap terjadi antara pekerja migran Indonesia (PMI) dan agensi di Negeri Beton. Salah satunya, dengan membangun budaya dialog antara kedua pihak yang juga melibatkan KJRI sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia.

“Pada tanggal 5 Maret saya akan adakan dialog tripartit (dialog tiga pihak: KJRI-agensi-PMI). Saya ingin budaya dialog kita kembangkan dalam konteks positif. Karena melalui dialog kita bisa mencari solusi,” kata Konsul Jenderal Tri Tharyat, Rabu (1/3).

Dialog tersebut akan digelar KJRI di aula BNI, Admiralty pada hari Minggu (5/3), mulai jam 12:00 hingga jam 16:00. Dijadwalkan, para pejabat KJRI akan menghadiri acara tersebut. Dialog juga akan diikuti oleh perwakilan agensi dan perwakilan organisasi PMI se-Hong Kong.

Konjen Tri berharap, dialog dapat menjadi sarana alternatif bagi PMI untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan. “Kalau kita hanya teriak-teriak saling menyalahkan tanpa kita pernah duduk dengan kepala dingin, tidak akan ada penyelesaian,” ujarnya.

“Bukan berarti semua hal dapat diselesaikan dalam forum dialog ini. Tapi paling tidak, akan kita cobalah,” ujar Tri Tharyat.

Di forum dialog ini, pihak agensi dapat menyampaikan apa saja keinginan dan harapan mereka terhadap PMI. Misalnya, harapan agar PMI terus meningkatkan kemampuan berbahasa mereka, supaya dapat bekerja dengan baik dan memuaskan pihak majikan yang memberikan gaji.

Dari pihak BMI, juga bisa mengangkat berbagai persoalan yang kerap menjadi beban, seperti masalah overcharging yang kerap diberlakukan oleh agensi-agensi nakal. “Nanti kita carikan jalan keluarnya. Saya rasa, tidak ada yang tidak mungkin,” kata Tri Tharyat.

Dialog tanggal 5 Maret nanti juga akan dimanfaatkan KJRI Hong Kong untuk menyosialisasikan Kode Etik Agensi yang resmi diberlakukan mulai 1 Maret 2017. Kode etik yang menjadi rambu-rambu bagi agensi dan sanksi yang dijatuhkan jika terjadi pelanggaran tersebut telah diumumkan pada 16 Februari silam.

Agendakan Dialog Rutin dengan PMI

KJRI Hong Kong juga mengagendakan dialog rutin dengan kalangan PMI, untuk mendengarkan aspirasi mereka. Dialog rutin ini akan diawali pada tanggal 26 Maret mendatang.

“Secara khusus, tanggal 26 Maret nanti saya akan bersilaturahmi dengan para BMI (buruh migran Indonesia) di ruangan ini (Ramayana KJRI), sebagaimana janji saya pada bulan November (2016) lalu,” kata Konjen Tri Tharyat. “Mudah-mudahan, ini menjadi pertemuan tiap semester saya dengan BMI,” ujarnya.

Di kegiatan tersebut Konjen Tri akan mempersilakan PMI untuk mneyampaikan unek-unek, kritik, dan saran tentang apa saja. “Saya mau dialog. Terserah mereka mau tanya apa, saya jawab. Itu (dialog) lebih baik daripada teriak-teriak,” ujar Tri Tharyat.

Dalam dialog yang sebelumnya dilakukan, perwakilan organisasi PMI menuntut KJRI Hong Kong membuat kode etik agensi. “Saya dengan senang hati mewujudkannya,” ujar Tri Tharyat. [Razak]

Advertisement
Advertisement