Komitmen Bersama untuk Mencetak PMI yang Tangguh dan Ahli
1 min read
JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama, di Auditorium WR. Supratman UPN, Yogyakarta, Sabtu (24/1/2027).
Agenda penandatanganan Kerja Sama digelar bertepatan dengan acara Wisuda Periode Ke-3 Tahun Akademik 2025/2026 yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Mewakili Menteri P2MI, Wakil Menteri Dzulfikar dalam sambutannya menyoroti tantangan pengangguran di Indonesia yang mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025, di mana 16,32% diantaranya merupakan lulusan perguruan tinggi. Dzulfikar menekankan bahwa transformasi kelembagaan dari Badan menjadi Kementerian bertujuan untuk mendorong penempatan pekerja migran yang terampil, kompeten, dan terlindungi secara berkelanjutan.
”Penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen bersama untuk mencetak Pekerja Migran Indonesia yang tangguh, ahli, dan bermartabat,” tegas Dzulfikar.
Data SiskoP2MI per 18 Januari 2026 menunjukkan peluang kerja luar negeri yang sangat besar, yakni sebanyak 336.709 peluang, namun baru terserap sekitar 17,92% (60.351). Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Australia terus membutuhkan tenaga kerja muda terampil akibat fenomena aging population di negara-negara tersebut.
Lebih lanjut, Wakil Menteri Dzulfikar berpesan kepada para wisudawan agar tidak hanya melihat gaji kompetitif, tetapi juga memandang bekerja di luar negeri sebagai peluang memperkuat keahlian dan jejaring internasional. Dzulfikar juga mendorong mahasiswa memanfaatkan Migrant Center sebagai pusat pelayanan informasi peluang kerja dan sertifikasi standar internasional.
”Beranilah bermimpi global, beranilah menembus batas negara, dan jadilah kebanggaan Indonesia di mata dunia,” tutup Dzulfikar. []
