April 16, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Korban Gempa Sulbar Terus Bertambah, Pengungsi Mulai Kelaparan

3 min read

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban gempa bumi magnitudo 6,2 di Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

Informasi Pendaftaran Pemilih

MAKASAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penambahan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/01/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Sulawesi Barat (Sulbar).

Berdasarkan data per Minggu (17/01/2021) pukul 20.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB mendata jumlah korban meninggal dunia sebanyak 81 orang. Beberapa jam sebelumnya, BNPB melaporkan korban meninggal dunia sebanyak 73 orang pada Minggu (17/01/2021) pukul 14.00 WIB.

“Rinciannya 70 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majane,” papar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (18/01/2021).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak.

Selain itu, Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan serta 15 unit sekolah terdampak.

“Dalam upaya pemenuhan kebutuhan para pengungsi, BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik ke Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene berupa 140 dus mie instan dan 10 dus air mineral pada Minggu (170//20211),” sambung Raditya.

Sebelumnya BNPB juga telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan gempa bumi Sulawesi Barat sebesar empat miliar rupiah pada Sabtu (16/01/2021). Bantuan tersebut diserahkan sebesar dua miliar rupiah untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing semiliar rupiah untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Selain itu, BNPB mendistribusikan delapan set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, lima unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

 

Pengungsi Mulai Kelaparan

Anggota DPR asal Daerah Pemilihan Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi mengungkapkan, pengungsi korban gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat sudah mulai kelaparan. Hal ini dikarenakan minimnya bantuan dari pemerintah, khususnya makanan.

“Sebagai wakil rakyat di DPR, saya banyak dihubungi masyarakat yang memberi tahu bahwa para pengungsi korban gempa sudah dalam keadaan lapar,” kata Suhardi dalam siaran pers, Minggu (17/01/2021) malam.

Ia menambahkan, selain kekurangan makanan, masyarakat juga kesulitan air minum dan air bersih. Situasi ini diperparah dengan tidak lengkapnya persediaan obat serta tenaga medis yang jumlahnya sangat sedikit.

“Kami bersama masyarakat di tenda pengungsian. Mereka juga butuh susu bayi, bila sudah ada bantuan mohon segera disalurkan, karena sudah sangat butuh,” ucap Suhardi.

Mantan Bupati Mamuju ini juga berharap, pemerintah dari tingkat pusat sampai di daerah segera memprioritaskan penyaluran bantuan kepada pengungsi gempa yang paling membutuhkan terlebih dahulu.

Ia menilai, pemerintah perlu menerapkan skala prioritas dalam alokasi bantuan pengungsi korban gempa di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Sudah sekitar 15 ribu warga telah mengungsi ke wilayah pegunungan akibat gempa yang terjadi pada 02.28 WITA, Jumat (15/01/2021) lalu.

“Pemerintah memang harus membuat skala prioritas untuk mengirimkan bantuan. Kami di Sulbar sudah sangat membutuhkan bantuan,” tutur Anggota Fraksi Partai Demokrat itu.

Suhardi menerangkan, beberapa pengungsi itu khawatir akan terjadi gempa susulan dan bencana tsunami. Maka, mereka menempati sejumlah titik pengungsian di dataran tinggi Kabupaten Majene.

Titik pengungsian di antaranya Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda dan Kecamatan Malunda serta Kecamatan Sendana.

“Warga juga terlihat menempati sejumlah titik pengungsian yang terdapat di Kabupaten Mamuju, seperti di Kecamatan Mamuju, Kecamatan Simboro, Kecamatan Tapalang dan Tapalang Barat,” tandas Suhardi.[]

Advertisement
Advertisement