November 30, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kunjungi Keluarga PMI, Pergi Aman Pulang Mapan

2 min read
Prime Banner

JAKARTA – Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tiba-tiba rombongan Menaker Ida Fauziyah berhenti dan mengunjungi rumah Pekerja Migran Indonesia (PMI) sukses.

Rumah itu merupakan milik pasangan Metusalak Tnunay dan Sarah Anin. Keduanya merupakan PMI purna yang dahulu bekerja sebagai PMI dan sekarang menjadi wirausaha.

“Saya saat ini berada di rumah Bapak Metu dan Ibu Sarah. Keduanya, Pekerja Migran Indonesia yang sukses. Bukan hanya menjàdi PMI sukses, tapi beliau sekarang sudah bisa berwirausaha,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, di Kabupaten Kupang, hari Jumat (13/11/2020).

Menaker Ida menambahkan, dirinya ingin mendengar langsung kisah Bapak Metu dan Ibu Sarah saat menjadi PMI dan usahanya saat ini. Bapak Metu pernah bekerja di salah satu hotel di Singapura.

“Saat ini Bapak Metu menjadi pengusaha meubel, batako, tenun, dll. Alhamdulillah bisa memberdayakan masyarakat desa menjadi pekerjanya. Semoga ini bisa menginspirasi para PMI yang lain,” kata Menaker Ida.

Tak hanya Bapak Metu, sang istri, Ibu Sarah, juga pernah bekerja di Singapura dan Hongkong sebagai penata laksana rumah tangga. Dalam kesempatan itu, Menaker Ida berpesan untuk selalu tingkatkan kompetensi dan ingatkan untuk pergi aman pulang mapan.

“Jangan mudah terbujuk rayu yang manis dan sesaat, namun mendatangkan risiko tinggi. Ingatlah untuk selalu menempuh jalur prosedural, demi keamanan dan kenyamanan bekerja, sehingga maksud dan tujuan bekerja ke luar negeri dapat terpenuhi, yaitu ‘Pergi Aman Pulang Mapan,” pungkas Menaker Ida.

Bapak Metu mengucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri Ida yang telah mengunjungi rumahnya.

“Terima kasih Ibu menteri yang telah berkenan mengunjungi rumah kami. Semoga Ibu sehat dan diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas,” kata Bapak Metu.

Setelah berkunjung ke rumah Bapak Metu, Menaker Ida melanjutkan kunjungan kerjanya ke Rumah Desa Migran Produktif (Desmigratif), untuk meninjau salah satu pilar desmigratif yaitu community parenting, sarana edukasi belajar untuk anak-anak PMI.

Sumber Biro Humas Kemnaker

Advertisement