July 23, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kurang Diurus, PMI Sering Alami Kekerasan dan Menjadi Korban TPPO

2 min read

JAKARTA – Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo sebelumnya bicara soal isu pekerja migran Indonesia jadi salah satu masalah pertahanan dan keamanan yang penting untuk diperhatikan. Dua soal ini masuk ke dalam tema debat ketiga Pilpres 2024 malam ini, Minggu (7/1/2024).

“Jangan salah ya, kita bicara muluk-muluk, tinggi-tinggi, tapi pekerja migran kita enggak diurus, hati-hati,” ujarnya kepada wartawan usai mengunjungi pabrik mainan CV Jaya Setia Plastik, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024).

Ia melanjutkan, permasalahan ini juga menjadi perhatian khusus oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Ganjar mengaku telah berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Ternyata problem besar kita di luar negeri terkait dengan kepentingan nasional adalah pada pekerja migran. Ini yang penting,” ujarnya.

Sementara capres Anies Baswedan punya dua cara buat menyelesaikan persoalan pekerja migran. Pertama, dalam jangka panjang pemerintah harus menambah lapangan pekerjaan di dalam negeri, sehingga mereka tak perlu jauh-jauh mengais rezeki di negeri orang.

Kedua ialah dengan membekali para pekerja imigran. Salah satu pembekalan yang dimaksud ialah keterampilan, sehingga ketika menginjakkan kaki di negeri orang, mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

Jika terpilih menjadi presiden, Anies memberi janji akan membekali para pekerja imigran dengan perlindungan yang baik. Salah satunya, dengan menambah staf di kantor-kantor perwakilan Indonesia di tempat para pekerja migran itu bekerja.

Tak mau kalah, sejumlah tim Prabowo Subianto di Partai Gerindra juga menegaskan komitmen capres nomor urut 2 itu melindungi pekerja migran. Prabowo disebut sudah kerap turut campur dalam mengatasi masalah pekerja migran.

 

 

Masalah Pekerja Migran: TPPO hingga Pekerja Ilegal

Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jadi salah satu kasus paling sering dialami pekerja. Satgas TPPO bentukan Polri pada 2023 setidaknya menangani sebanyak 290 perkara.

Satgas TPPO ini dibentuk setelah ditemukannya 269 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban perdagangan orang di Filipina. Dari ratusan perkara yang telah diungkap, ada 1.361 tersangka yang ditangkap.

Koordinator BPJS Watch Timboel Siregar menilai perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia selama ini belum berjalan dengan baik.

“Tidak hanya masalah perlindungan jaminan sosial, tapi juga mengenai perlindungan pekerja migran secara keseluruhan termasuk kasus-kasus yang kerap kali terjadi seperti penganiayaan, upah tidak dibayar, hukuman mati,” ujar Timboel dikutip dari kumparan, Minggu (7/1/2024).

Selain itu, termasuk juga masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kerap terjadi kepada WNI di luar negeri. Menurut Timboel, penting untuk melihat gagasan ketiga capres yang bakal berdebat terkait isu ketenagakerjaan yang satu ini.

“Ketiga Capres seharusnya mampu memberikan ide strategis untuk menuntaskan persoalan-persoalan klasik yang menimpa pekerja migran kita termasuk masalah TPPO, dan dibukanya akses BPJS Ketenagakerjaan di negara penempatan pekerja migran kita,” sambungnya. []

Sumber Kumparan

 

 

Advertisement
Advertisement