Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka Puasa
3 min read
JAKARTA – Setelah hampir 12 jam berpuasa, kondisi lambung berada dalam keadaan kosong dan sensitif. Apa yang pertama kali masuk ke tubuh saat berbuka akan sangat memengaruhi bagaimana sistem pencernaan bekerja selanjutnya. Jika pilihan makanan terlalu berat atau tinggi gula dan lemak, tubuh bisa kaget dan memicu rasa tidak nyaman seperti begah, perih, atau bahkan gangguan pencernaan.
Karena itu, berbuka puasa sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan atau asal kenyang. Tubuh membutuhkan asupan yang seimbang, mudah dicerna, dan mampu mengembalikan energi secara bertahap. Makanan yang dianjurkan untuk berbuka adalah yang lembut, mudah dicerna, dan bergizi seimbang, seperti yang mengandung serat, protein, serta Jumat, (27/2).
Agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap bugar, berikut enam jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa dilansir dari GoodRX, Jumat (27/2).
1. Gorengan
Gorengan memang menjadi favorit saat berbuka. Namun makanan yang digoreng dengan banyak minyak mengandung lemak jenuh tinggi yang dapat memicu naiknya asam lambung, menyebabkan perut terasa begah, dan mengganggu proses pencernaan.
Selain itu, lemak berlebih dari gorengan mudah menumpuk dalam tubuh dan berpotensi meningkatkan berat badan. Pada kondisi perut kosong, makanan berminyak juga bisa memperlambat pengosongan lambung sehingga menimbulkan rasa mual dan tidak nyaman. Jika dikonsumsi berlebihan, risiko gangguan lambung dan lonjakan kolesterol pun meningkat.
2. Makanan pedas
Saat perut kosong, lapisan lambung lebih sensitif. Konsumsi makanan pedas saat berbuka bisa mengiritasi lambung, memicu nyeri perut, serta menyebabkan diare atau heartburn.
Senyawa capsaicin dalam cabai dapat memperparah rasa perih karena lambung belum memiliki “lapisan pelindung” dari makanan sebelumnya. Kondisi ini juga bisa memicu asam lambung naik dan gangguan pencernaan. Untuk menjaga kenyamanan, sebaiknya tunda makanan pedas sampai perut benar-benar stabil.
3. Makanan dan minuman terlalu manis
Berbuka dengan yang manis memang dianjurkan, tetapi bukan berarti berlebihan. Makanan dan minuman tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, lalu turun drastis sehingga tubuh terasa lemas dan mengantuk.
Konsumsi gula berlebih setelah puasa juga berisiko memicu gangguan pencernaan seperti kram atau diare karena proses pengosongan lambung yang terlalu cepat. Jika ingin rasa manis yang lebih sehat, pilih buah segar, air kelapa, atau jus tanpa tambahan gula agar tetap mendapatkan nutrisi alami dan cairan yang cukup.
4. Makanan terlalu asin
Makanan tinggi garam dapat membuat tubuh cepat haus setelah berbuka. Konsumsi berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah, mengganggu keseimbangan cairan tubuh, dan membebani kerja ginjal.
Selain itu, makanan asin cenderung membuat seseorang makan lebih banyak karena rasanya yang gurih dan menggugah selera. Padahal, kontrol porsi sangat penting setelah seharian berpuasa. Mengurangi asupan garam membantu tubuh tetap terhidrasi lebih lama hingga waktu sahur.
5. Makanan tinggi lemak
Tidak hanya gorengan, makanan tinggi lemak seperti fast food, daging berlemak, makanan bersantan pekat, atau produk susu tinggi lemak juga sebaiknya dibatasi.
Jenis makanan ini sulit dicerna, menimbulkan rasa berat di perut, dan berisiko meningkatkan kadar kolesterol. Dalam jumlah besar, lemak juga bisa memicu gejala seperti mual atau gangguan buang air besar setelah puasa. Pilih metode memasak yang lebih sehat seperti dikukus, direbus, atau dipanggang agar lebih ringan bagi sistem pencernaan.
6. Makanan tinggi serat dalam jumlah besar
Serat baik untuk kesehatan, tetapi mengonsumsi makanan sangat tinggi serat secara langsung setelah puasa bisa membuat perut kembung dan tidak nyaman. Sistem pencernaan yang baru kembali aktif mungkin belum siap menerima asupan serat dalam jumlah besar.
Contohnya adalah sayuran mentah dalam porsi besar, kacang-kacangan, atau sereal tinggi bran. Jika ingin mengonsumsi serat, lakukan secara bertahap dan imbangi dengan cukup minum air agar pencernaan tetap lancar.
Setelah puasa, tubuh membutuhkan asupan yang ringan dan mudah dicerna. Menghindari makanan tinggi gula, lemak berlebih, serat dalam jumlah besar, serta makanan pedas dapat membantu mencegah gangguan pencernaan. Memulai dengan porsi kecil dan bertahap menjadi kunci agar tubuh kembali beradaptasi tanpa keluhan. []
