July 3, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mandiri Sahabatku (3): Mandiri Sediakan Kredit Khusus untuk “Pensiunan” PMI

2 min read

HONG KONG – Agar program pelatihan kewirausahaan Mandiri Sahabatku menjadi program yang berkesinambungan, Bank Mandiri menyediakan program pemberian bantuan modal usaha bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang sudah pulang ke Tanah Air. Program tersebut yakni, Mandiri KUR TKI Purna.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, saat penutupan Batch ke-8 Mandiri Sahabatku di Fortress Hill, Hong Kong, Minggu (26/3). “Program ini dapat diperoleh setelah BMI (buruh migran Indonesia) ‘alumni’ membuka usaha minimal 6 bulan di Indonesia. Dengan pemberian pembiayaan melalui Mandiri KUR TKI Purna, diharapkan usaha yang dikelola BMI dapat berkembang dan tumbuh,” ujarnya.

Mandiri KUR TKI Purna adalah kredit usaha rakyat mikro atau retail yang khusus diberikan kepada pensiunan PMI. Syaratnya, harus berstatus mantan PMI dan sudah punya usaha di Indonesia.

Kredit ini lumayan besar. Setiap PMI Purna atau mantan PMI dapat diberikan kredit hingga Rp200 juta, dengan bunga pinjaman yang relatif rendah. Yakni, hanya 9 persen efektif. Diharapkan, dengan Mandiri KUR TKI Purna ini, para mantan PMI bisa segera memiliki usaha dan dapat dikembangkan menjadi besar.

 

Menuk Indriyani, Mantan PMI Beromset Rp15 Juta

Di panggung Mandiri Sahabatku, sempat ditampilkan Menuk Indriyani, salah satu mantan PMI penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri. Perempuan yang berwirausaha pembuatan rengginang asal Wonosobo, Jawa Tengah ini menerima KUR Rp25 juta.

“Saya dulu TKI (tenaga kerja Indonesia) di Taiwan selama 2002-2004. Sepulang dari Taiwan, kami bersama kelompok BMI (buruh migran Indonesia) mendirikan kelompok, yaitu pembuatan rengginang. Kami berhasil membuat rengginang home indutsry,” kata Menuk di hadapan ratusan Pmi Hong Kong dan Menteri BUMN Rini M Soemarno.

Sebelum mendapakan KUR, kelompok wirausahawati pembuatan rengginang ini memiliki omset Rp5 juta per bulan. “Tapi setelah kami mendapatkan KUR sebesar Rp25 juta, kami omsetnya sampai Rp15 juta. Per harinya Rp500 ribu!” ujarnya. [razak]

Advertisement
Advertisement