October 7, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Membanggakan, Indonesia Menjadi Pemasok Utama Kayu Manis di Eropa dan Amerika

2 min read
Kayu manis dalam proses pengeringan dengan panas matahari (Foto Istimewa)

Kayu manis dalam proses pengeringan dengan panas matahari (Foto Istimewa)

JAKARTA – Penghasil kulit kayu manis terbanyak dan berkualitas di Indonesia berada di Kabupaten Kerinci, Jambi. Bahkan grade A kulit kayu manis dari petani di ekspor ke luar negeri seperti ke Eropa dan Amerika Serikat. Varietas Cinnamomum burmanii banyak yang ditanam petani di Kerinci. Ciri khasnya terlihat pada warna merah di pucuk daun.

Inafiri adalah salah satu petan kayu manis yang masih produktif hingga saar ini. Belum lama ini, ia menanam ratusan batang kayu manis di daerah puncak, Kerinci. Harga bibit kayu manis mulai dari Rp2 ribu hingga Rp3 ribu per batang tergantung usia. Saat ini pohon kayu manis miliki Inafiri rata-rata sudah berusia 5 tahun.

Biasanya untuk memanen kayu manis usianya di atas 10 tahun, sementara jika ingin menghasilkan kualitas yang terbaik usianya bisa 15 tahun. Untuk menghasilkan kayu kamis kulitas super dibutuhkan perawatan yang mumpuni.

“Tetapi karena butuh perawatan, maka cabang batang mesti ditebang. Tetapi kulitnya dari ranting dan cabang pohon juga laku di pasaran, walau harganya lebih murah,” ujar Inafiri

Harga kayu manis Kerinci termasuk termahal di Indonesia, bisa Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Tergantung umur pohon, ketebalan kulit, dan tingkat kekeringan kulit kayu manis. Untuk memanennya masih menggunakan cara-cara tradisional. Memakai pisau khusus, lalu dikupas dengan lebar sekira 50 cm. Ada dua cara pengulitan yakni sebelum ditebang dan setelah ditebang.

Setelah pengulitan selesai maka selanjutnya proses pembersihan kulit luar. Kulit luarnya dibersihkan sampai nanti lapisan berwaarna cokelat terlihat. Setelah semua itu selesai maka tinggal proses penjemuran selama 3 sampai 4 hari. Proses pembersihan dan tingkat kekeringan kulit kayu manis merupakan bagian terpenting.

“Karena kalau kurang bersih dan masih belum terlalu kering, harga di pengepul juga semakin murah,” imbuh Inafri.

Kayu manis banyak diekspor karena bisa dijadikan rempah-rempah dan juga minyak asiri. Hanya saja dirinya menyebut mahalnya harga kulit kayu manis juga membuat rawan terjadinya pencurian.  []

Sumber Indo Zona

 

Advertisement
Advertisement