Memilah Praktik Jasa Pengacara/Advokat/Konsultan Hukum yang Baik dan Tidak Baik

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Siapa pun tentu tidak ingin bersinggungan dengan masalah hukum. Namun, adakalanya hal itu terpaksa dialami, dan tidak bisa dihindari. Selain awam, ketidaksiapan dalam menghadapi persoalan hukum, mengharuskan kita untuk mencari bantuan kepada pihak yang mengerti seperti pengacara/advokat atau konsultan hukum

Sayangnya, tidak semua konsultan hukum mampu membantu menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Bahkan di banyak kasus, mereka justru mendatangkan masalah baru.

Sebelum Anda menentukan untuk memilih jasa layanan hukum yang tepat sesuai dengan kebutuhan realitas bisnis atau problem hukum yang dihadapi, sebaiknya mencari tahu lebih dahulu mengenai pihak yang akan Anda percaya untuk menyelesaikan masalah.

Ada beberapa langkah dan pertimbangan untuk menentukan siapa advokad atau konsultan hukum yang akan kita pilih, diantaranya :

 

1.Memiliki Rekam Jejak yang Baik

Tidak semua rekam jejak seorang  (track record) pengacara dapat diketahui dengan mudah. Seorang konsultan hukum akan berupaya menonjolkan berbagai yang dimilikinya dan sebisa mungkin menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

Misalnya mengenai perjalanan karirnya selama menjadi advokat, klien yang pernah dibantunya, maupun tentang keahlian yang dimiliki, berkaitan dengan perkara yang dihadapi oleh calon klien.

Anda harus cermat menggali informasi tentang rekam jejak seorang konsultan hukum. Diperlukan  pengetahuan mendalam tentang kepribadian, tidak hanya pemegang ototitas  managing partners) atau ketua tim yang ada dalam sebuah kantor hukum, tetapi harus juga mengetahui seluruh keahlian dan karakter dari masing-masing orang dalam sebuah kantor hukum.

Jadi selain harus melakukan pertemuan dengan calon pehasihat hukum,  apabila diperlukan, cobalah untuk mencari informasi dari orang lain yang bersifat netral, yang tidak memiliki konflik kepentingan mengenai rekam jejak kantor hukum yang akan dijadikan partner, baik dalam pengembangan bisnis maupun penyelesaian problematika hukum yang sedang Anda alami.

 

2.Memiliki Keahlian Sesuai Masalah yang Dihadapi

Tidak semua pengacara atau penasihat hukum, ahli tentang masalah hukum yang Anda hadapi. Bidang ini bisa dibagi lagi sesuai keahlian pengacara, seperti hukum perdata, pidana atau hukum tata negara dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui spesialisasi atau bidang yang hukum yang ditekuni pada kantor hukum, sebaiknya anda benar-benar menanyakan keahlian dan penanganan yang menjadi fokus pada kantor hukum yang bersangkutan.

Biasanya kantor hukum akan berupaya memberikan pemahaman bahwa kantor hukum yang dipimpinnya menangani keseluruhan masalah-masalah hukum baik pidana, perdata, tata usaha negara maupun bidang-bidang hukum lainnya.

Cari informasi mengenai bidang hukum yang ditekuni pengacara saat menempuh berkuliahan, baik S1, S2 maupun S3. Selain itu, gali juga informasi mengenai tim,  apa saja keahliannya, dan perkara yang pernah ditanganinya serta apa hasilnya.

 

3.Mengutamakan Kualitas

Banyak orang dan perusahaan yang kurang paham tentang jasa layanan hukum. Karena dianggap mahal, kemudian enggan menggunakan jasa hukum pada kantor hukum tersebut.

Harga sudah pasti berkaitan dengan kualitas layanan yang diberikan. Anda jangan langsung takut dengan harga yang mahal, karena harga yang mahal biasanya berbanding lurus dengan kualitas layanan yang diberikan.

Jangan tergoda dengan harga murah, yang pada akhirnya Anda sendiri yang menjadi korban. Mereka yang tidak mau keluar uang banyak,  rata-rata terjerumus pada pelayanan yang tidak memuaskan, atau bahkan diluar standar.

Kualitas kantor hukum menjadi ukuran yang sangat penting bagi anda sebelum menjatuhkan pilihan pada sebuah kantor hukum. Sama halnya dalam menentukan pilihan maskapai penerbangan untuk bepergian ke Amerika, misalnya. Ada kelas Ekonomi, Bisnis atau bahkan Ekskutif.

Untuk itu jangan pernah alergi dengan harga yang mahal. Biasanya calon klien enggan meneruskan pembicaraan apabila harga yang ditawarkan oleh seorang pengacara terlalu mahal. Keputusan itu bisa mengakibatkan sebuah kesalahan fatal.

 

4.Memiliki Pengalaman yang Memadai

Pengalaman adalah guru terbaik. Ungkapan tersebut sangat benar adanya, karena ada seseorang yang memiliki pengetahuan luas tentang suatu hal, belum tentu memiliki pengalaman praktik di lapangan.

Pengalaman sangat berhubungan erat dengan kualitas, semakin banyak pengalaman menangani berbagai perkara, maka semakin mudah ia memecahkan persoalan yang akan dihadapi.

Advokat yang berpengalaman memiliki nilai tawar tersendiri. Biasanya mereka mematok tarif yang berbeda dari kompetitor lain yang belum memiliki pengalaman yang memadai.

Untuk mengetahui pengalaman dari kantor hukum yang akan anda pilih tentunya juga tidak mudah. Akan tetapi ada beberapa hal yang dapat anda lakukan misalnya, dengan menanyakan riwayat atau perjalanan seorang pengacara.  Seperti, sejak kapan mendapatkan lisensi atau kartu tanda pengenal advokat, dimanakah ia pernah melakukan magang atau perjalanan karir yang pernah ia tempati, termasuk juga pendidikan yang ia lalui.

Agar bisa membuktikannya secara riil, jangan sungkan meminta bukti pendukung seperti sertifikat atau bukti-bukti terkait lainnya.

 

5.Memiliki Kejujuran  dan Berintegritas

Kejujuran dan integritas advokat menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan,  dalam memilih jasa pengacara dan konsultan hukum. Karena tidak jarang, ada advokat yang seharusnya dapat menyelesaikan masalah tertentu dengan sangat mudah, dibuat seolah-olah menjadi rumit. Kalau sudah begitu, tentu akan memengaruhi jumlah honor yang diterimanya.

Selain itu banyak pula yang seharusnya membela kepentingan klien akan tetapi justru  membelot atau lebih membela kepentingan lawan. Alasannya, mendapat bayaran yang lebih (suap) dari lawan, atau dibungkam dengan berbagai cara.

Kondisi demikian sangat sering terjadi di lapangan. Untuk itu sangat diperlukan kejujuran dan integritas dalam penanganan sebuah perkara, sehingga klien atau calon klien tidak dapat dirugikan dengan adanya penyedia layanan jasa hukum yang demikian.

Bukan hanya itu, beberapa advokat dengan berbagai cara melakukan pembelaan, meskipun cara-cara tersebut dilarang dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Misalnya melakukan suap untuk memenangkan sebuah perkara dan perilaku lainnya yang bersifat menyimpang dari koridor hukum.

Perilaku lawyer yang demikian tidak dapat dijadikan partner dalam upaya menyelesaikan masalah hukum yang sedang atau anda hadapi.  Karena,  meskipun masalah Anda bisa diselesaikan, hal itu tentu akan berdampak pada tingkat kepercayaan diri seorang lawyer.

Karena kebiasaan, ia akan selalu menggunakan jalan-jalan pintas untuk menyelesaikan problem hukum yang sedang Anda hadapi. Hal ini tentu akan merusak penegakan hukum, disamping adanya pembengkakan dana yang harus dikeluarkan oleh klien dari yang seharusnya ia keluarkan, jika menggunakan jalan yang benar.

Untuk mengetahui tingkat kejujuran dan integritas seorang advokat, tidak ada salahnya anda dapat memancing seorang calon advokat yang akan anda gunakan tentang kepastian kemenangan perkara yang akan ia tangani.

Biasanya, apabila ia memastikan perkara Anda menang, atau diarahkan pada hal-hal yang melawan hukum misalnya dengan cara suap, maka berpikirlah seribu kali untuk menggunakan jasa advokat yang seperti itu.

Karena hal tersebut berpotensi akan menimbulkan persoalan yang lebih besar lagi. Misalnya anda terperangkap ke praktik yang dilarang seperti Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang sedang digalakkan untuk diberantas baik oleh Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) maupun lembaga lainnya.

Akhirnya, semua terpulang kembali ke Anda. Pilih jalur selamat atau berhubungan dengan perkara hukum yang lebih runyam lagi.

 

6.Berkomitmen untuk Menyelesaikan Masalah

Anda datang kepada seorang penasihat hukum tentu untuk menyelesaikan masalah. Tetapi justru malah terlilit masalah, yang disebabkan oleh tidak berkomitmennya seorang penyedia jasa layanan hukum, terhadap penyelesaian masalah yang sedang Anda hadapi.

Motifnya banyak, salah satunya si advokat hanya ingin mendapatkan jasa praktiknya. Setelah mendapatkan pembayaran dari klien, tidak jarang ia melupakan komitmen atas penyelesaian perkara yang ia telah janjikan.

Ada yang lebih ekstrem lagi, yakni dengan meninggalkan klien dengan begitu saja setelah ia mendapatkan sejumlah pembayaran dari klien. Hal demikian tidak sedikit dapat Anda jumpai dilapangan.

Untuk menghindarinya, salah satu caranya dengan meminta informasi mengenai hal-hal apa yang akan dilakukan oleh advokat/pengacara, dalam proses penyelesaian perkara hukum yang sedang, atau akan anda alami secara detail. Pastikan pula berapa dana yang harus Anda keluarkan.

Tidak sedikit  yang memberikan tarif yang ringan diawal, akan tetapi dalam perjalanannya, terdapat biaya-biaya lain yang bertubi-tubi, diluar biaya yang telah disepakati sebelumnya.

Sangat disarankan untuk meminta secara tertulis kepada advokat mengenai rincian biaya penanganan perkara. Agar alur penanganan perkara jelas, sekaligus sebagai bukti komitmen atas penyelesaian perkara yang akan atau sedang anda hadapi.

Demikian beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai rujukan bagi siapapun dalam memilih dan menentukan jasa advokat/pengacara/konsultan hukum. Semoga bermanfaat dan menjadi rujukan dalam setiap pencarian jasa layanan hukum yang berkualitas, jujur, berintegritas, berkomitmen dan berdedikasi dalam menjalankan tugas sebagai penyedia jasa layanan hukum. []

You may also like...