Menangkap Siplester Saja Tidak Mampu, Bagaimana Mau Mendamaikan US-Israel vs Iran
2 min read
JAKARTA – Hingga saat ini, kritikan menohok soal rencana Presiden Prabowo Subianto terkait keinginannya menjadi mediator perdamaian dunia, terutama dalam konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran terus berdatangan.
Banyak pihak menilai bahwa Prabowo seharusnya lebih fokus menyelesaikan persoalan dalam negeri yang masih menumpuk sebelum mengambil peran di panggung geopolitik internasional.
Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji, mempertanyakan kemampuan Prabowo dalam menangani masalah besar di dunia, terlebih ketika persoalan domestik pun masih banyak yang belum terselesaikan. Ia mencontohkan kasus Silfester Matutina, pendukung setia Presiden Jokowi, yang hingga kini belum berhasil ditangkap oleh aparat.
“Nangkap Silfester saja gak mampu, mau selesaikan perang AS dan Israel Vs Iran?” kata Susno saat ditemui, menegaskan keraguannya terhadap kemampuan Prabowo dalam menjadi juru damai dunia.
Susno mengungkapkan hal tersebut setelah melihat poster Silfester yang viral di media sosial, yang tertempel di sebuah pohon pinggir jalan dan menjadi perbincangan warganet.
Disisi lain, Pegiat Media Sosial, Herwin Sudikta juga menyuarakan kritik serupa. Dia menilai pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan masalah domestik yang masih amburadul daripada berambisi menjadi pahlawan di kancah internasional.
“Urusan dalam negeri aja masih amburadul mau sok jadi pahlawan,” ujar Herwin, yang juga menyindir langsung Presiden Prabowo agar lebih fokus pada pekerjaannya di dalam negeri.
“Come on Woo, kerjaan lu banyak Wo,” tambahnya dengan nada satire.
Herwin juga menyinggung sejumlah persoalan yang dianggap belum beres, mulai dari kebijakan di lingkungan BUMN hingga pernyataan pejabat terkait anggaran pendidikan.
Dia menyebut adanya impor mobil sembarangan oleh Dirut BUMN dan pernyataan yang tidak tepat dari Sekretaris Kabinet soal pemotongan anggaran pendidikan.
“Dirut BUMN lu main impor mobil sembarangan, Seskab lu ngomong ngaco tentang pemotongan anggaran pendidikan,” cetusnya.
Herwin menambahkan, “Belum lagi pekerjaan rumah lainnya,” yang masih menunggu penyelesaian serius dari pemerintah.
Dalam kritiknya, Herwin juga menyindir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan nada sarkastik, menyarankan agar urusan mediator diserahkan kepadanya.
“Kenapa gak lu suruh Fufufafa (Wapres Gibran, red) aja yang jadi mediator?” tandasnya.
Lebih lanjut, Herwin menyoroti kebiasaan Presiden Prabowo yang gemar bepergian ke luar negeri sejak dilantik, yang menurutnya seperti “jalan-jalan gratis dibayarin rakyat.” []
