December 2, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mengenal Melanoma, Kanker yang Bisa Dicegah Dengan “Tidak Buka-Bukaan”

2 min read
Prime Banner

PONOROGO – Di zaman yang serba modern ini, segala sesuatu telah berkembang dimulai dari tekhnologi, ilmu pengetahuan, sampai kepada fashion. Dalam bidang fashion dapat kita temukan berbagai macam model baju yang unik dari mulai baju syar’i sampai baju pendek. Hal ini sangat menarik khususnya untuk kaum wanita. Maka, tidak menutup kemungkinan banyaknya kaum wanita yang masih belum menutup auratnya. Namun pada akhir-akhir ini studi ilmiah telah membuktikan  perempuan yang menampakkan tubuh dan tampak telanjang adalah kutukan atas dirinya. Data statistik saat ini menunjukkan bahwa kanker kulit menyebar ke bagian tubuh seorang perempuan yang tidak ditutupi, yakni mereka yang memakai pakaian pendek.

Menurut British Nedical Jurnal telah mempublikasikan bahwa sejenis kanker yang disebut melanoma telah meningkat dan jumlah perempuan yang menderita kanker ini berlipat ganda. Kanker ini menyerang di bagian kaki. Bahkan telah diinformasikan bahwa tersebarnya penyakit ini dikarenakan menggunakan pakaian pendek yang memeparkan tubuh ke sinar matahari dalam jangka waktu yang lama. Termasuk legging transparan dan nylon yang mereka kenakan juga tidak dapat melindungi diri mereka.

Penyakit ini mempengaruhi seluruh bagian tubuh dalam tingkatan yang berbeda-beda. Penampakannya dimulai dengan satu titik gelap dan ukurannya bisa sangat kecil. Titik itu lebih sering muncul di kaki atau betis, dan terkadang di mata. Kemudian titik itu menyebar ke bagian tubuh lainnya, titik itu juga menyerang kelenjar getah bening di bagian atas paha, menyerang darah, kemudian mengendap di dalam hati dan merusaknya.

Bahkan penyakit kanker itu dapat mengendap seluruh tubuh, seperti tulang dan ginjal, serta dapat menyebabkan ginjal mengeluarkan urin berwarna hitam. Pada wanita yang hamil penyakit ini dapat berpindah dari sang ibu ke janin. Penyakit ini tidak membiarkan penderitanya untuk hidup lama, karena apabila ada operasi untuk menyembuhkan penyakit ini tidak memberi korbannya kesempatan hidup seperti jenis kanker lainnya. Dikarenakann, tipe kanker ini tidak merespon dengan positif perlakuan komoterapi

Situasi ini mengingatkan kita dengan firman Allah dalam surat Al-Anfal 32 :

 

وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم

Artinya: Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata ‘ Ya Allah, jika betul (Al Qur’an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih’. (QS. Al Anfal: 32)

Imam Muslim juga meriwayatkan dalam shahihnya bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“… Dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surge dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalan sekian dan sekian.”

Disinilah kita melihat dengan jelas akan kebijaksanaan hukum islam dalam meminta seorang perempuan untuk memakai pakaian yang sopan (berhijab), yang menutupi seluruh tubuhnya yaitu dengan tidak menggunakan pakaian yang ketat atau transparan. Perempuan hanya diperbolehkan untuk memperlihatkan wajah dan telapak tangannya.

Sekarang sudah jelas bahwa pakaian sopan dan suci adalah pencegahan paling baik dari hukuman di dunia, seperti yang dicontohkan oleh penyakit ganas ini, terlebih lagi hukuman di akhirat. Setelah dukungan yang diberikan oleh teori-teori ilmiah modern kepada syariah, apakah masih ada bukti logis lain untuk mendukung seorang perempuan yang tidak mau menutupi dirinya? []

Penulis Hasya An Umillah Gontor.ac.id

Advertisement